Mengenal Bioturbasi Kali Ngalang secara sederhana merupakan suatu bentuk yang dapat kita amati berupa bekas-bekas organisme masa lampau hidup, para penggiat kebumian biasa menyebutnya fosil jejak. Fosil disini tentunya bukan dinosaurus, tetapi organisme pesisir pantai yang membuat rumah seperti rongga-rongga kecil. Penelitian juga mengatakan bahwa tempat ini terbenuk di laut yang berumur jutaan tahun yang lalu. Situs Bioturbasi Kali Ngalang terletak di Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul. Di area ini dapat digunakan untuk kegiatan wisata edukasi, banyak mahasiswa yang telah melakukan penelitian disini.
Setelah rangkaian erupsi super, masuklah ke masa akhir kejayaan gunung api. Dimasa ini (2-16 juta tahun yang lalu) hampir seluruh pulau Jawa tergenang laut dangkal. Kondisi air laut yang menggenangi Pulau Jawa ini tenang, jernih , sumber makanan cukup dan cahaya matahari yang masuk ke laut cukup baik sehingga kumpulan-kumpulan biota air berkembang pesat dan terbentuk suatu koloni koral secara besar-besaran. Jejak rekam peristiwa ini secara jelas terlihat di Situs Kawasan Warisan Geologi di Kali Ngalang, Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari Gunung Kidul. Kawasan ini dinamakan Geotapak Situs Bioturbasi Kali Ngalang. Pada batuan ini dapat dilihat sisa-sisa aktivitas organisme laut yang hidup di dasar perairan, dengan cara hidup membuat rumah-rumah di dalam batu. Bioturbasi adalah jejak purba yang disebabkan hewan pong-pongan yang hidup di perairan laut dangkal.
Knowing the Bioturbation of Kali Ngalang in simple terms is a form that we can observe in the form of traces of past organisms living, earth activists used to call it trace fossils. The fossils here are certainly not dinosaurs, but coastal organisms that make homes like tiny cavities. Research also says that this place was formed in the sea that was millions of years ago. The Ngalang River Bioturbation Site is located in Ngalang Village, Gedangsari District, Gunungkidul. In this area it can be used for educational tourism activities, many students have done research here.
After a series of super eruptions, step into the final heyday of the volcano. At this time (2-16 million years ago) almost the entire island of Java was inundated by shallow seas. The sea water conditions that inundate Java Island are calm, clear, sufficient food sources and sunlight entering the sea is good enough so that collections of aquatic biota develop rapidly and form a massive coral colony. The track record of this event is clearly visible at the Geological Heritage Area in Ngalang River, Ngalang Village, Gedangsari District, Gunung Kidul. This area is called Geotapak Kali Ngalang Bioturbation Site. In this rock, it can be seen the remnants of the activity of marine organisms that live on the bottom of the waters, by way of life making houses in the rock. Bioturbation is ancient traces caused by pong-pongan animals that live in shallow marine waters.
