Lompat ke konten

Sosialisasi dan Pembinaan Pengelola Geosite untuk Pengembangan Promosi Geopark

  • oleh

Kegiatan dilaksanakan pada hari Senin, 9 Maret 2026 pukul 09.00 WIB, bertempat di Kalurahan Girisuko, Kapanewon Panggang. Peserta yang hadir mengikuti kegiatan pembinaan sebanyak 30 orang, terdiri dari perwakilan pengelola Geoforest Watu Payung, Bukit Roso Wulan, Stone Park, serta perwakilan dari Pemerintah Kalurahan Girisuko. Kepala Bidang Pemasaran dan Kerjasama Pariwisata Supriyanta, S.Sos. MM hadir membuka acara mewakili Kepala Dinas Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul . Narasumber  Ery Agustin, S.E., M.M dan Mega Nusantara Wati, P.A., S.M dari komisi B DPRD Kabupaten Gunungkidul menyampaikan materi terkait pengelolaan dan pengembangan geosite dalam mendukung promosi kawasan geopark.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh panitia, kemudian dilanjutkan dengan menyampaikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya tiga stanza sebagai bentuk penghormatan dan menumbuhkan rasa nasionalisme. Setelah itu, sambutan disampaikan oleh perwakilan dari Kalurahan Girisuko yang mengapresiasi terselenggaranya kegiatan sosialisasi dan pembinaan ini. Dalam sambutannya disampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman serta kemampuan para pengelola geosite, sehingga potensi wisata yang ada di wilayah Girisuko dapat dikelola dengan lebih baik dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Memasuki acara inti, narasumber pertama Ibu Ery Agustin menyampaikan materi mengenai pentingnya pengelolaan geosite yang terencana, terarah, dan berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan kawasan geopark. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa pengelolaan geosite tidak hanya berfokus pada kunjungan wisata, tetapi juga memperhatikan aspek konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat agar keberadaan geosite tetap terjaga sekaligus memberikan dampak ekonomi. Selanjutnya Mega Nusantara Wati menyampaikan materi mengenai strategi pengembangan dan promosi geosite agar lebih dikenal oleh masyarakat luas. Disampaikan bahwa promosi dapat dilakukan melalui media sosial, kerja sama dengan pemerintah, komunitas, maupun pelaku pariwisata, serta pentingnya membangun identitas dan ciri khas destinasi agar memiliki daya tarik tersendiri.

Pada sesi diskusi dan tanya jawab, para peserta terlihat cukup antusias dengan menyampaikan berbagai pertanyaan serta berbagi pengalaman terkait pengelolaan geosite di masing- masing lokasi. Beberapa peserta juga menyampaikan kendala yang dihadapi, serta keterbatasan sarana pendukung, promosi yang masih kurang, serta perlunya pendampingan dalam pengelolaan destinasi. Narasumber memberikan tanggapan serta masukan agar pengelolaan dilakukan secara bersama-sama, melibatkan masyarakat, dan terus menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah.

Secara keseluruhan kegiatan sosialisasi dan pembinaan ini berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh antusias dari para peserta. Melalui kegiatan ini diharapkan para pengelola geosite dapat semakin memahami konsep geopark, meningkatkan kemampuan dalam pengelolaan destinasi, serta mampu melakukan promosi secara lebih baik sehingga dapat mendukung pengembangan kawasan geopark di kabupaten Gunungkidul secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *