Lompat ke konten

RAPAT EVALUASI PENERAPAN APLIKASI VISITING JOGJA

  • oleh

Rapat Evaluasi Penerapan Aplikasi Visiting Jogja dibuka oleh Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul , A. Hary Sukmono, S.T pukul 09.00 WIB. Kegiatan Rapat ini bertujuan agar seluruh pihak terkait dengan pelaksanaan penerapan aplikasi Visiting Jogja dapat saling bersinergi. Rapat dihadiri oleh Wakil Bupat Gunungkidul, Kepala Dinas Pariwisata  Gunungkidul, perwakilan dari Dinas Pariwisata DIY, perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika, serta para petugas pendataan pos retribusi destinasi wisata.

Arahan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul adalah bahwa sektor Pariwisata merupakan salah satu yang terkena dampak pandemi Covid-19, namun juga tetap memberanikan diri untuk melaksanakan uji coba dengan seketat mungkin menerapkan protokol kesehatan disetiap prosedur yang ada. Salah satu program yang mendukung pelaksanaan kepariwisataan adalah Gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat, Aman) gagasan dari Kemenparekraf yang telah dilaksanakan di beberapa lokasi.

Adapun arahan dari Wakil Bupati Gunungkidul yang sangat  mengapresiasi terutama sektor pariwisata karena tidak ada satupun yang positif sejauh ini, beliau menyebutkan bahwa semua pihak harus terus untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam mempertahankan tren positif tersebut. Beliau juga menambahkan Aplikasi Visiting Jogja ini sangat efektif untuk tracing, karena dapat menelusuri riwayat perjalanan/siapa saja yang berinteraksi bilamana ada pengunjung yang ternyata dinyatakan positif, terlebih sektor pariwisata harus memberikan jaminan moral agar seluruh pihak merasa aman.

Arahan dari perwakilan Dinas Pariwisata Provinsi DIY yang sangat mengapresiasi karena Gunungkidul menjadi peringkat pertama dalam ketertiban penggunaan aplikasi Visiting Jogja terlebih aplikasi tersebut adalah salah satu strategi pengembangan kepariwisataan dengan pendataan yang cukup akurat.

Berikut juga beberapa tambahan dari Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul yang menyebutkan Covid-19 ini membuat revolusi karena sebenarnya retribusi cashless sudah direncanakan dan dapat terwujud sedikit demi sedikit. Dinas Pariwisata Kab. Gunungkidul sangat terbantu oleh petugas dilapangan sebagai garda terdepan sektor pariwisata yang bahkan masih ada yang swadaya sendiri.

Ada satu masukan dari Bapak Sargiyono, salah satu perwakilan pokdarwis di Kab. Gunungkidul, beliau mengatakan pendataan yang dilakukan sejauh ini masih swadaya sendiri, apalagi dengan semakin berkembangnya destinasi wisata di Gunungkidul terutama kawasan Pantai Gesing dan sekitarnya mohon untuk dapat diperhatikan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *