Pemerintah Kabupaten Gunungkidul semakin memperlihatkan komitmennya dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan dengan melaksanakan verifikasi tahap II terhadap desa wisata. Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk mengoptimalkan pengelolaan desa wisata sebagai potensi pariwisata yang berkelanjutan dan berkualitas. Verifikasi dilaksanakan pada 15-18 Oktober 2024, melibatkan 7 desa wisata yang siap dikembangkan lebih lanjut.
Desa wisata yang mengikuti verifikasi ini mencakup Desa Wisata Semin, Genjahan, Planjan, Logandeng, Purwodadi, Karangrejek, dan Girisekar. Setiap desa dipaparkan profilnya kepada tim verifikasi dalam waktu 15-20 menit, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan evaluasi. Tim verifikasi yang berjumlah 8 orang terdiri dari berbagai pakar dan praktisi pariwisata serta perwakilan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Nglanggeran, akademisi, dan asosiasi pariwisata Gunungkidul.
Tim verifikasi terdiri dari:
– Bapak Priharjo Sanyoto (Georiset Kalingalang),
– Bapak Sukriyanto (Ketua HPI Kabupaten Gunungkidul),
– Bapak Very Bastian (Ketua BPW Kabupaten Gunungkidul/Komunitas Gunungkidul Tour and Travel),
– Bapak Yitno Purwoko, SE, MSi (Akademisi STIE Pariwisata “API” Yogyakarta),
– Bapak Wanto Harusno (Ketua Perkumpulan Penyelenggara Jasa Boga Indonesia/PPJI),
– Bapak Mursidi (Ketua Desa Wisata Ngalanggeran),
– Bapak Heru Purwanto (Pengurus BUMDes Nglanggeran, Kabupaten Gunungkidul),
– Ibu Kunthi Veni Astuti (Pengurus BPW Kabupaten Gunungkidul/Komunitas Gunungkidul Tour and Travel).
Tim menilai desa wisata berdasarkan 8 kriteria verifikasi yang dirancang untuk mengukur kesiapan dan kualitas setiap desa dalam aspek pengelolaan dan potensi pariwisata. Kegiatan ini diawali dengan pertemuan di Dinas Pariwisata sebelum berangkat bersama-sama menuju desa yang akan diverifikasi. Setiap anggota tim memiliki tanggung jawab khusus dan apabila ada yang berhalangan hadir, perannya akan digantikan oleh anggota lain.
Proses verifikasi ini memberikan evaluasi komprehensif, termasuk wawancara mendalam antara tim verifikasi dan pengelola desa wisata. Harapannya, melalui evaluasi ini, pengembangan pariwisata berkelanjutan di Gunungkidul dapat semakin optimal, sehingga desa wisata mampu berperan sebagai destinasi yang menarik sekaligus memberdayakan masyarakat lokal.
