Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat kolaborasi antar pelaku ekonomi kreatif dan pariwisata, Disparekrafpora Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan kegiatan Pembinaan SDM Ekonomi Kreatif Kabupaten Gunungkidul pada hari Senin, 15 Juni 2026 bertempat di Ruang Rapat Geopark Disparekrafpora Kabupaten Gunungkidul.
Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari berbagai organisasi dan komunitas yang bergerak di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, di antaranya anggota Perkumpulan Penyelenggara Jasa Boga Indonesia (PPJI) Gunungkidul, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gunungkidul, Gunungkidul Tourism Community (GKTC), Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), serta Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Gunungkidul.
Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul, Hari Sukmono, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peningkatan kapasitas SDM sebagai fondasi utama dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Ia menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia yang kompeten, inovatif, dan adaptif menjadi faktor penting dalam menghadapi tantangan dan peluang industri pariwisata serta ekonomi kreatif yang terus berkembang.
Kegiatan pembinaan menghadirkan narasumber Heri Nugroho yang menyampaikan materi mengenai penguatan peran pelaku ekonomi kreatif dalam mendukung pembangunan daerah. Dalam paparannya, Heri Nugroho menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang kuat dan berkelanjutan.
Selain itu, peserta juga mendapatkan wawasan mengenai peluang pengembangan usaha kreatif, peningkatan daya saing produk dan layanan, serta pentingnya inovasi dalam menghadapi perubahan tren pasar. Narasumber mengajak seluruh peserta untuk terus meningkatkan kompetensi, memperluas jejaring kerja sama, serta memanfaatkan berbagai peluang yang tersedia untuk mengembangkan usaha dan organisasi masing-masing.
Kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog langsung mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengembangan usaha, pemasaran produk, peningkatan kualitas layanan, hingga penguatan kelembagaan organisasi kepariwisataan dan ekonomi kreatif.
Melalui kegiatan pembinaan ini diharapkan tercipta SDM ekonomi kreatif yang semakin profesional, berdaya saing, dan mampu berkolaborasi dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Kabupaten Gunungkidul. Dengan penguatan kapasitas SDM yang berkelanjutan, diharapkan ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
