Lompat ke konten

Kerajinan Topeng

  • oleh

Sejarah pembuatan topeng kayu di Dusun Bobung Desa Putat Kecamatan Patuk  Gunungkidul dimulai dari kebiasaan masyarakat sekitar dengan menggelar pentas seni tari topeng pada setiap musim panen tiba. Gelaran Pentas seni diadakan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan YME.  Tarian yang di pentaskan yaitu tarian Topeng Pandji. Konon yang memulai tradisi ini adalah Sunan Kalijaga sebagai media penyebaran dakwah Islam. Hingga saat ini tarian topeng pandji masih sering dipentaskan sebagai daya tarik wisata di desa ini.

Dari sinilah ide pembuatan topeng kayu batik muncul dari seorang penari bernama Sajiman. Awalnya topeng kayu hanya diproduksi untuk keperluan pentas tari saja, kemudian merambah sebagai hiasan rumah, dan hingga kini ada sekitar 800 pengrajin topeng kayu batik. Pengrajin terdiri dari masyarakat yang tinggal di Dusun Bobung dan menjadi salah satu sumber penghasilan selain bertani. Bentuk topeng yang diproduksi juga memiliki kekhasan tersendiri, yaitu mirip tokoh wayang purwa yang matanya tertarik ke atas dan hidung lancip. Tidak lupa juga dengan ukiran dan pewarnaan topeng kayu yang menambah keindahan topeng.

Seiring dengan berkembangnya kerajinan topeng, pengrajin kemudian berinovasi menciptakan produk kerajinan lain seperti nampan, gantungan kunci, tempat tisue, dan kerajinan yang lain. Rata – rata pengrajin menggunakan rumah mereka masing – masing sebagai tempat workshop dan gallery. Dengan dikembangkannya kawasan ini sebagai desa wisata  memberikan nilai postif dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung. Selain berbelanja produk kerajinan yang dapat dijadikan souvenir ketika berkunjung ke Gunungkidul, wisatawan juga dapat mencoba belajar membatik dengan media topeng. Hasi produk kerajinan Topeng Batik Bobung sudah terjual ke berbagai daearah di Indonesia maupun mancanegara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *