Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Kemenparekraf) terus berupaya untuk mengGAIRAHKAN kembali perekonomian akibat dampak pandemi Covid 19. Salah satunya dengan menghidupkan kembali sektor pariwisata. Bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Kemenparekraf telah menggelar Gerakan Bersih, Sehat, Indah, Aman ( Gerakan BISA). Gerakan ini dimulai pada tanggal 18 dan 19 Juli 2020 di Watu Payung, Kalurahan Girisuko, Kapanewon Panggang dan Gunung Ireng, Kalurahan Pengkok, Kapanewon Patuk dan Puncak 4G ( Gunung Gentong Gedangsari Gunungkidul). Sedangkan di Desa Wisata Pampang, Kapanewon Paliyan dan di Desa Wisata Ngalang, Kapanewon Gedangsari dilaksanakan pada tanggal 18 dan 19 Juli 2020 melalui Direktorat Pengembangan Sumberdaya Manusia Ekonomi Kreatif. Di Kalurahan Beji Kapanewon Ngawen dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus 2020 di Hutan Adat Wonosadi.
Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul sifatnya menerima program ini dan memilih lokasi. Dalam memilih lokasi ini desa – desa wisata didorong untuk melakukan ujicoba operasional terbatas. Lokasi yang dipilih dan diusulkan Dinas Pariwisata akan mendapat persetujuan dari Kemenparekraf. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Ir. Asti Wijayanti, MA mengungkapkan bahwa Gerakan BISA ini sifatnya stimulus kepada pelaku usaha wisata untuk bersemangat lagi, melakukan pembersihan lagi. Karena protokol kesehatan tidak hanya cuci tangan, memakai masker dan jaga jarak tapi juga menjaga kebersihan lingkungan. “ Kami berharap Kemenparekraf terus memperhatikan DIY dan Gunungkidul khususnya agar program Kemenparekraf betul2 bisa menyasar dan dapat dapat membangkitkan kembali destinasi wisata yang terdampak COVID 19”, pungkasnya. Dalam gerakan BISA Kemenpar juga memberikan bantuan fasilitas protokol kesehatan seperti alat kebersihan, masker, dan tempat cuci tangan.
