Situs Warisan Geologi
Luweng Sapen
Fenomena karst bawah-permukaan berupa lubang runtuh ini mempunyai lorong mendatar yang ditempati oleh sungai bawah tanah yang membentuk genangan besar. Airnya sangat bersih, dan antara musim hujan dan musim kemarau fluktuasi volume air relatif kecil. Vegetasi di sekitarnya dikuasai oleh akasia, tumbuhan budidaya yang ditanam oleh pemerintah daerah.
This sub-surface karst phenomenon in the form of a collapsing hole has a horizontal passage occupied by an underground river which forms a large puddle. The water is very clean, and between the rainy season and the dry season the fluctuation in water volume is relatively small. The surrounding vegetation is dominated by acacia, a cultivated plant grown by the local government.
Situs geologi ini dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Wonogiri menjadi objek dan daya tarik wisata, melengkapi kunjungan ke Museum Kars Indonesia.
This geological site was developed by the Government of Wonogiri Regency to become a tourist object and attraction, complementing the visit to the Indonesian Kars Museum.