Desa Wisata Kampoeng berlokasi di Kalurahan Kampung, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, atau di timur laut Kota Yogyakarta. Menawarkan panorama wisata alam yang dapat dinikmati dengan Jeep Wisata Jangkrik Wesi. Terdapat dusun pada ketinggian sekitar =+700 mdpl yang menawarkan pemandangan matahari terbit dan keindahan lampu-lampu kota di malam hari. Desa Wisata Kampoeng juga memiliki kekayaan budaya seperti Grebeg Besar Gunung Wijil, Jamasan Tombak Kyai Totog, Merti Gunung, dan Nyadran, yang rutin diadakan setiap tahun. Kesenian di desa ini mencakup Arumba, Gejok Lesung, dan Laras Madya. Kerajinan tangan di sini sangat variatif, mulai dari caping yang diwariskan turun-temurun, ecoprint, linocut, hingga janur. Kuliner di Desa Wisata Kampoeng juga menarik, dengan wedang debog-nya yang menawarkan rasa unik bagi wisatawan, sego wiwit yang memiliki sejarah panjang, budidaya flora Anggrek Hoya, Petilasan Pangeran Sambernyawa/KGPAA Mangkunegara I, Ada juga kebun kopi dan produknya,Kopi Robusta Gunung Gambar satu”nya kopi yang ada di Gunungkidul,yang sudah ada sejak jaman VOC Belanda
https://www.instagram.com/desawisatakampoeng?igsh=MWFpaGlib3NtZWty
Kampoeng Tourism Village is located in Kampung Village, Ngawen District, Gunungkidul Regency, Yogyakarta Special Region, northeast of Yogyakarta City. This destination offers natural beauty with Watu Keren Hill, which offers a trekking trail to the rocky hilltop, complete with a sunset panorama and a view of Kampung Village from above. There is also a hamlet at about 600 metres above sea level that offers sunrise views and the beauty of the city lights at night. Kampoeng Tourism Village also has a rich cultural heritage, including Grebeg Gunung Wijil, Jamasan, Merti Gunung and Nyadran, which are held annually. Village arts include Arumba, Gejok Lesung and Laras Madya. Handicrafts range from traditional caping, which has been passed down through generations, to eco-printing, linocuts and janur. Culinary offerings are also intriguing, with wedang debog providing a unique experience for visitors, sego wiwit with its long history, and the village coffee, which is the only coffee of its kind in Gunungkidul Regency.