Lompat ke konten

Belanja Wisatawan Gunungkidul Triwulan II 2026 Capai Rp579.118 per Kunjungan

  • oleh

Perkembangan pariwisata Kabupaten Gunungkidul pada Triwulan II Tahun 2026 (April–Juni) menunjukkan peningkatan aktivitas dan nilai ekonomi dari perjalanan wisatawan. Berdasarkan hasil pengolahan data yang dilakukan, rata-rata pengeluaran wisatawan mencapai Rp579.118 per kunjungan, dengan rata-rata lama kunjungan 1,27 hari. Capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas wisata mampu menggerakkan perekonomian melalui berbagai kebutuhan wisatawan selama berkunjunga ke Gunungkidul.

Pada kelompok Wisatawan Nusantara (Wisnus), rata-rata pengeluaran tercatat sebesar Rp548.512 per kunjungan, dengan rata-rata lama kunjungan 1,13 hari. Struktur pengeluaran Wisnus menunjukkan bahwa belanja wisatawan tersebar pada sejumlah kebutuhan perjalanan, antara lain akomodasi/penginapan, makanan dan minuman, transportasi lokal, biro perjalanan wisata, produk kuliner, produk kerajinan, serta pertunjukan seni, budaya, dan kreasi. Kondisi tersebut menunjukkan adanya keterkaitan antara aktivitas perjalanan wisata dengan berbagai sektor, termasuk usaha akomodasi, kuliner, transportasi, dan ekonomi kreatif.

Dari sisi asal wisatawan, kunjungan Wisnus ke Kabupaten Gunungkidul didominasi wisatawan dari wilayah yang memiliki kedekatan geografis dengan Gunungkidul. Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi daerah asal terbesar dengan kontribusi 30,24 persen, disusul Jawa Tengah sebesar 28,74 persen. Selanjutnya, wisatawan dari Jawa Timur mencapai 12,85 persen, DKI Jakarta 11,27 persen, dan Jawa Barat 10,18 persen. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa pasar wisata domestik Gunungkidul masih memiliki basis yang kuat di Pulau Jawa, khususnya wilayah DIY dan Jawa Tengah.

Hasil pengolahan data juga menunjukkan bahwa momentum awal periode libur sekolah serta penyelenggaraan berbagai event daerah, tradisi Rasulan/Bersih Desa, dan kegiatan komunitas menjadi bagian dari dinamika aktivitas pariwisata pada Triwulan II. Dalam laporan, momentum tersebut dianalisis mendorong wisatawan melakukan lebih banyak aktivitas selama berada di Gunungkidul, sehingga konsumsi terhadap akomodasi, kuliner, transportasi lokal, dan produk ekonomi kreatif turut meningkat.

Sementara itu, pada kelompok Wisatawan Mancanegara (Wisman), rata-rata pengeluaran tercatat sebesar US$54,97 atau sekitar Rp987.189 per kunjungan, dengan rata-rata lama kunjungan mencapai 1,42 hari. Nilai tersebut dihitung menggunakan kurs US$1 sebesar Rp17.960. Berdasarkan asal negara, kunjungan Wisman didominasi wisatawan dari Malaysia sebesar 34,01 persen, Singapura 24,39 persen, Jerman 13,05 persen, Tiongkok 12,21 persen, dan Jepang 10,22 persen.

Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul akan terus mendorong pengembangan atraksi wisata, penguatan ekonomi kreatif dan produk UMKM, peningkatan kualitas layanan usaha pariwisata, serta pengembangan event dan aktivitas wisata yang mampu memperpanjang lama tinggal dan meningkatkan nilai belanja wisatawan. Dengan demikian, pertumbuhan pariwisata diharapkan semakin memberikan dampak terhadap pergerakan ekonomi daerah dan peningkatan manfaat ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Gunungkidul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *