Lompat ke konten

Belanja Wisatawan di Kabupaten Gunungkidul Tahun 2025 Mengalami Peningkatan

  • oleh

Belanja Wisatawan Gunungkidul Melonjak, Tumbuh Pesat Hingga 2025

Gunungkidul menunjukkan tren positif dalam sektor pariwisata, khususnya dari sisi belanja wisatawan. Dalam kurun waktu 2021 hingga 2025, nilai pengeluaran wisatawan tercatat mengalami peningkatan signifikan, mencerminkan pemulihan sekaligus akselerasi ekonomi daerah berbasis pariwisata.

Pada tahun 2021, belanja wisatawan tercatat sebesar Rp95,7 miliar. Angka ini kemudian meningkat menjadi Rp176,8 miliar pada 2022, dan kembali naik menjadi Rp243 miliar di tahun 2023. Lonjakan semakin terlihat pada 2024 dengan nilai Rp475 miliar, hingga akhirnya mencapai Rp668,7 miliar pada 2025.

Secara keseluruhan, tren pertumbuhan ini menunjukkan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 95,5% per tahun (2023–2024), yang menandakan pemulihan dan pertumbuhan yang sangat kuat pascapandemi. Kenaikan ini tidak lepas dari berbagai faktor, salah satunya adalah pembangunan infrastruktur strategis seperti Jalur Lintas Selatan (JLS) yang berhasil membuka akses ke destinasi-destinasi baru serta memecah kepadatan arus wisata.

Dari sisi pola pengeluaran, sektor akomodasi menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 40%, meliputi hotel, resort, hingga glamping. Disusul sektor kuliner sebesar 25% yang didominasi restoran tematik dan sentra seafood. Sementara itu, transportasi menyumbang 15%, terutama dari layanan sewa kendaraan dan transportasi wisata.

Selain itu, sektor oleh-oleh dan UMKM turut memberikan kontribusi 15% melalui penjualan produk kriya, makanan olahan, dan suvenir khas daerah. Adapun tiket dan retribusi memberikan kontribusi sebesar 5% dari total belanja wisatawan.

Peningkatan ini menjadi sinyal kuat bahwa Gunungkidul tidak hanya berhasil menarik lebih banyak wisatawan, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas pengalaman wisata yang berdampak langsung pada lama tinggal dan besaran belanja. Ke depan, tren ini diharapkan terus berlanjut seiring penguatan destinasi, digitalisasi layanan, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis lokal.

Download Hasil Belanja Wisatawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *