Lompat ke konten

Pelatihan Bonsai Kenalkan Kreativitas dan Peluang Ekonomi Kreatif kepada Siswa di Gunungkidul

  • oleh

GUNUNGKIDUL — Kreativitas generasi muda terus didorong untuk menjadi bagian dari pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Gunungkidul. Salah satunya melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Ekonomi Kreatif yang mengajak para siswa mengenal dunia bonsai, mulai dari teknik dasar hingga potensi nilai seni dan ekonominya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, yakni Kamis, 17 September 2026 dan Jumat, 18 September 2026. Pada hari pertama, kegiatan berlangsung di Warung Simbok, Playen, Gunungkidul. Sementara pada hari kedua, peserta mengikuti kunjungan dan edukasi di lahan pembibitan bonsai Logandeng, kemudian kegiatan dilanjutkan kembali di Warung Simbok, Playen.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya diajak memahami cara merawat tanaman, tetapi juga belajar bahwa bonsai merupakan perpaduan antara seni, ketekunan, keterampilan, dan kreativitas. Proses membentuk dan merawat bonsai membutuhkan ketelitian serta kesabaran sehingga dapat menjadi sarana bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan sekaligus kreativitas.

Memasuki hari kedua pelatihan, antusiasme peserta semakin terlihat. Kegiatan diawali dengan kunjungan ke lahan pembibitan bonsai di Logandeng. Di lokasi tersebut, para peserta mendapatkan edukasi secara langsung mengenai pembibitan dan pengembangan tanaman bonsai.

Pembelajaran secara langsung di lahan pembibitan memberikan pengalaman berbeda bagi para siswa. Mereka dapat melihat proses pengembangan bonsai dari lebih dekat sekaligus memahami bahwa sebuah karya bonsai membutuhkan proses, perawatan, ketelitian, dan kreativitas agar memiliki nilai estetika.

Setelah kunjungan dan edukasi di lahan pembibitan bonsai Logandeng, kegiatan dilanjutkan di Warung Simbok, Playen. Para peserta kembali melakukan pembelajaran dan eksplorasi mengenai bonsai dengan mengasah keterampilan, ketelitian, serta kemampuan mengembangkan tanaman menjadi sebuah karya yang memiliki nilai seni.

Selain aspek keterampilan, kegiatan ini juga memperkenalkan sisi kewirausahaan kepada peserta. Bonsai tidak hanya dipandang sebagai tanaman hias, tetapi juga sebagai produk kreatif yang memiliki potensi nilai ekonomi apabila dikembangkan dengan kreativitas dan keterampilan yang tepat.

Melalui proses pembelajaran tersebut, siswa diharapkan dapat melihat peluang baru dari lingkungan sekitar. Sebuah tanaman yang sederhana dapat dikembangkan menjadi karya seni, sementara keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk menciptakan peluang usaha di masa mendatang.

Bimbingan teknis ini menjadi salah satu upaya menanamkan pemahaman mengenai ekonomi kreatif sejak usia sekolah. Dengan mengenalkan kreativitas, keterampilan, dan jiwa kewirausahaan kepada generasi muda, diharapkan semakin banyak ide dan karya kreatif yang dapat berkembang di Gunungkidul.

Dari proses belajar yang sederhana, lahir berbagai ide kreatif. Dari sebuah tanaman, tumbuh sebuah karya. Dan dari kreativitas generasi muda, terbuka peluang untuk turut mengembangkan ekonomi kreatif di Gunungkidul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *