Lompat ke konten

Pelatihan Pengembangan Kapasitas SDM Ekonomi Kreatif Program PIS Digelar di Kalurahan Pucung

  • oleh

Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, Disparekrafpora Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan Kapasitas SDM Ekonomi Kreatif Program PIS pada hari Rabu–Kamis, 10–11 Juni 2026 bertempat di Balai Kalurahan Pucung, Kapanewon Girisubo. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta yang terdiri dari pelaku ekonomi kreatif, pengelola wisata, anggota Pokdarwis, serta masyarakat yang aktif dalam pengembangan pariwisata di wilayah setempat.

Pelatihan menghadirkan empat narasumber yang berkompeten dan berpengalaman di bidang pariwisata serta ekonomi kreatif, yaitu Sukriyanto selaku Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Gunungkidul, Wanto Harusno selaku Ketua Perkumpulan Penyelenggara Jasa Boga Indonesia (PPJI) Gunungkidul, Sunyata, S.H. selaku Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gunungkidul, serta Bilal Surahman yang memberikan materi tentang kepemanduan outbound.

Dalam penyampaian materinya, Sukriyanto menekankan pentingnya kemampuan kepemanduan wisata sebagai ujung tombak pelayanan kepada wisatawan. Peserta diberikan pemahaman mengenai teknik komunikasi yang efektif, pelayanan prima, serta cara menyampaikan informasi destinasi secara menarik dan edukatif. Materi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan wisata yang diberikan kepada pengunjung.

Wanto Harusno menyampaikan materi terkait pengelolaan usaha kuliner dan jasa boga yang menjadi bagian penting dalam mendukung pengalaman wisatawan. Peserta memperoleh wawasan mengenai standar pelayanan, kebersihan, kualitas produk, serta strategi pengembangan usaha kuliner yang mampu meningkatkan daya saing destinasi wisata.

Sementara itu, Sunyata, S.H. menjelaskan peran penting sektor perhotelan dan restoran dalam mendukung industri pariwisata. Dalam materinya disampaikan pentingnya kolaborasi antar pelaku usaha pariwisata, peningkatan kualitas pelayanan, serta penerapan standar usaha guna menciptakan pengalaman wisata yang nyaman dan berkesan.

Pada sesi berikutnya, Bilal Surahman memberikan materi Kepemanduan Outbound yang membahas teknik memandu kegiatan outbound secara aman, menyenangkan, dan edukatif. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai penyusunan permainan kelompok, pengelolaan peserta, serta aspek keselamatan dalam pelaksanaan kegiatan outbound sebagai salah satu atraksi wisata berbasis pengalaman.

Pelatihan berlangsung dengan suasana interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab yang memungkinkan peserta untuk berbagi pengalaman dan memperoleh solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengembangan usaha maupun pengelolaan kegiatan wisata. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung, menunjukkan tingginya minat untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.

Melalui kegiatan ini diharapkan para peserta mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kalurahan Pucung serta menciptakan pelayanan yang lebih profesional, kreatif, dan berdaya saing sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *