Lompat ke konten

Sukses Digelar, Handayani Bonsai Fest 2025 Bukukan Omzet Rp 400 Juta dan Tarik Ribuan Pengunjung

  • oleh

GUNUNGKIDUL — Handayani Bonsai Fest 2025 resmi ditutup pada Minggu (22/6/2025) di Lapangan Demang Wonopawiro, Piyaman, Wonosari. Selama lima hari pelaksanaan, event perdana bertema “Seni Bonsai sebagai Warisan Budaya dan Ajang Promosi Wisata” ini sukses mencuri perhatian publik, dengan total omzet transaksi mencapai Rp400 juta serta kehadiran ribuan pengunjung dari berbagai daerah.

Diselenggarakan atas kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Paniradya Kaistimewan DIY, dan komunitas Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI), event ini menghadirkan nuansa seni, ekonomi, dan budaya dalam satu panggung yang harmonis.

“Handayani Bonsai Fest bukan sekadar pameran, tapi menjadi ruang tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis budaya. Dari sisi ekonomi, omzet mencapai Rp400 juta membuktikan besarnya potensi yang dimiliki para pelaku bonsai dan UMKM lokal,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Oneng Windu Wardana, S.Sos., M.Si.

Lebih dari 700 peserta dari berbagai daerah — mulai dari Gunungkidul, Klaten, Wonogiri, Pacitan, Semarang, Bogor, Jakarta, hingga Kalimantan — memamerkan bonsai unggulan mereka. Tidak hanya dari segi jumlah, kualitas karya yang dipertontonkan juga mencerminkan proses panjang, kesabaran, dan nilai estetika tinggi.

Bazar ekonomi kreatif yang menjadi bagian dari rangkaian acara juga disambut antusias. Produk-produk sepertikuliner lokal, tanaman hias serta bursa bonsai ikut menyemarakkan suasana sekaligus membuka peluang pemasaran baru bagi pelaku UMKM.

Sementara itu, Paniradya Pati Kaistimewan DIY, Aris Eko Nugroho, S.P., M.Si., menyampaikan bahwa dukungan Dana Keistimewaan terhadap kegiatan ini bukan tanpa alasan.

“Bonsai adalah bagian dari kebudayaan hidup. Ada nilai-nilai kearifan lokal, teknologi tradisional, dan filosofi merawat alam. Danais kami salurkan sebagai bentuk komitmen merawat budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” terangnya.

Sebagai bentuk dukungan, Paniradya Kaistimewan memberikan alokasi Dana Keistimewaan senilai Rp283 juta untuk penyelenggaraan Handayani Bonsai Fest 2025.

Selain pameran dan kontes, rangkaian acara juga diisi dengan sarasehan budaya, pelatihan perawatan bonsai, serta hiburan rakyat yang memperkuat keterlibatan masyarakat. Event ini juga ditayangkan secara langsung melalui kanal YouTube Paniradya Kaistimewan, memperluas jangkauan dan promosi ke luar daerah.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berencana menjadikan Handayani Bonsai Fest sebagai agenda tahunan, sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor ekonomi kreatif, meningkatkan kunjungan wisata, serta menjaga kesinambungan budaya lokal yang hidup dan menginspirasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *