Desa Wisata Jetis, terletak di Kecamatan Saptosari, memiliki daya tarik unik dengan menonjolkan wisata budaya dan edukasi, menjadikannya destinasi yang cocok untuk wisata keluarga. Terletak sekitar 26 menit dari Wonosari, desa ini awalnya hanya tempat singgah wisatawan, namun kini berkembang menjadi destinasi wisata berkat upaya pemerintah.
Wisata budaya di Desa Jetis meliputi Reog, Rasulan, Gumbregan, Kenduri, Karawitan, Hadroh, Thoklik, Gejog Lesung, tari klasik dan kreasi, Campursari, serta wayang. Selain itu, desa ini menawarkan wisata ekonomi kreatif berupa aneka kuliner tradisional.
Jetis Tourism Village, located in Saptosari District, offers a unique appeal with a focus on cultural and educational tourism, making it an ideal destination for family visits. Situated approximately 26 minutes from Wonosari, the village has evolved from a mere stopover into a prominent tourist destination thanks to government efforts.
Cultural tourism in Jetis includes Reog, Rasulan, Gumbregan, Kenduri, Karawitan, Hadroh, Thoklik, Gejog Lesung, classical and contemporary dance, Campursari, and wayang. Additionally, the village features creative economy tourism with a variety of traditional cuisine, providing a rich and engaging experience for visitors.