Lompat ke konten

GEOSITE GUA GONG

  • oleh
Situs Warisan Geologi

Gua Gong

Gua Gong yang berupa ruangan besar berukuran panjang 100 meter, lebar 15 – 40 meter dan tinggi 20 – 50 meter adalah situs geologi yang terkenal karena keindahan ornamennya. Sebagian stalaktit, stalakmit, kolom dan flowstone masih aktif terbentuk, karena kecukupan air yang terkandung didalam lapisan batugamping di atap gua. Selama ratusan ribu tahun, pelarutan pada batugamping Formasi Wonosari yang berumur 15 – 3 juta tahun membentuk keajaiban fenomena karst bawah – permukaan. Dinamakan Gua gong karena penduduk setempat sering mendengar suara mirip bunyi gong dari dalam gua.

Ornamen gua yang berbentuk unik dan ganjil diberi nama oleh juru kunci gua sesuai dengan imajinasinya. Selo Jengger Bumi, Selo Paku Buwono dan Selo Bantaran Angin adalah sekumpulan stalakmit dan flowstone yang masih aktif.

Gong Cave, which is a large room measuring 100 meters long, 15-40 meters wide and 20-50 meters high, is a geological site that is famous for its beautiful ornaments. Most of the stalactites, stalagmites, columns and flowstones are still actively forming, due to the adequacy of water contained in the limestone layer on the roof of the cave. For hundreds of thousands of years, the dissolution of the limestone of the Wonosari Formation which is 15-3 million years old forms a miracle of sub-surface karst phenomena. It is called Gua Gong because local residents often hear a sound similar to the sound of a gong from inside the cave.

The unique and oddly shaped cave ornaments are named by the caretaker of the cave according to his imagination. Selo Jengger Bumi, Selo Paku Buwono and Selo Bantaran Angin are a group of stalagmites and flowstones that are still active.

Sebuah celah diantara stalakmit dan flowstone diberi nama Selo Gerbang citro cipto Agung digunakan untuk memberi nama sebuah kolam besar pinggirannya dibatasi oleh kolom-kolom kecil memanjang yang indah. Selo Adi Citro Buwono merupakan kumpulan flowstone aktif dengan gurindam-gurindam kecil dibawahnya. Sedang Selo Susuh Angin adalah nama sekumpulan stalakmit besar yang terdapat diantara beberapa kolom.

Deretan stalaktit yang membentuk kelurusan menunjukan adanya retakan di atap gua. Di dalam gua terdapat mata air yang dinamakan sendang. Air Sendang dipercaya dapat menyebabkan awet muda jika digunakan untuk membasuh muka.

A gap between the stalagmite and the flowstone is named Selo. The gate of citro cipto Agung is used to give the name of a large pond, the edges of which are bounded by beautiful small elongated columns. Selo Adi Citro Buwono is a collection of active flowstones with small gurindams underneath. While Selo Susuh Angin is the name of a large group of stalagmites that are found between several columns.

Rows of stalactites that form a straight line indicate a crack in the roof of the cave. Inside the cave there is a spring called sendang. Spring water is believed to keep you young when used to wash your face.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *