Situs Warisan Geologi
Pantai Klayar
Pantai klayar terbagi menjadi bagian timur, tengah dan barat. Di bagian timur yang dibatasi oleh tebing pematang bantuan silikaan terdapat semburan air mirip geyser. Fenomena ini disebabkan oleh terdesaknya air yang mengisi retakan batuan oleh tekanan gelombang. Semburan air setinggi beberapa meter yang diiringi dengan suara melengking ini oleh penduduk setempat dinamai “seruling samudera”.
Di bagian tengah, ketika laut surut, tersingkap endapan-gisik yang banyak mengandung komponen koral dan cangkang moluska, yang tertanam di dalam pasir kasar berwarna putih.
Klayar beach is divided into eastern, central and western parts. In the eastern part, which is bounded by cliffs of silica relief, there is a geyser-like burst of water. This phenomenon is caused by the pressure of water filling the rock cracks by wave pressure. This burst of water several meters high, accompanied by a shrill sound, is called the “ocean flute” by the locals.
In the middle, when the sea recedes, the sediments are exposed, which contain lots of coral components and mollusk shells, which are embedded in coarse white sand.
Tebing terjal yang merupakan gawir sesar berarah utara-selatan membatasi pinggiran pantai bagian barat. Tebing ini menyingkapkan batupasir gampingan Formasi Oyo yang miring 6 derajat ke utara. Permukaan abrasi ini awalnya mendatar atau miring ke selatan. Anomali kemiringan ke arah utara ini menunjukan fenomena crustal-tilting yang belum lama terjadi.
Pemerintah Kabupaten Pacitan mengembangkan situs geologi ini sebagai objek dan daya tarik geowisata sejak tahun 2007. Situs menarik ini dilengkapi dengan panel informasi, tempat parkir, warung makanan, kios cinderamata dan toilet. Pada 15 Oktober 2013, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan keluarganya mengunjungi pantai ini untuk menyaksikan keindahan alam salah satu situs geologi di Pacitan yang menjadi tanah kelahirannya.
Steep cliffs which are fault escarpments trending north-south limit the western coast. This cliff reveals the Oyo Formation calcareous sandstones which tilt 6 degrees to the north. This abrasion surface is initially flat or tilted to the south. This northward tilt anomaly indicates a recent crustal-tilting phenomenon.
The Pacitan Regency Government has developed this geological site as a geotourism object and attraction since 2007. This attractive site is equipped with information panels, parking lots, food stalls, souvenir stalls and toilets. On October 15, 2013, President Susilo Bambang Yudhoyono and his family visited this beach to witness the natural beauty of one of the geological sites in Pacitan which is his homeland.