Lompat ke konten

GEOSITE NGINGRONG

  • oleh
Situs Warisan Geologi

Bentang Alam Kars Mulo dan Gua Ngingrong

Lembah-kering Mulo yang berlereng terjal (gorge), yang dasarnya ditempati oleh sungai musiman (berair hanya pada musim hujan), merupakan lembah-buntu yang berujung pada sistem perguaan. Gejala karstifikasi-lanjut di daerah peralihan antara Plato Wonosari dan Gunung Sewu ini menghasilkan gua-gua dan dolina-runtuhan, yang mulajadinya dipengaruhi oleh struktur geologi (retakan batuan, patahan). Bentangalam kars bawah permukaannya sangat indah; beberapa telaga dihuni oleh ikan seperti lele. Senggetan batu di sekitar lembah merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat setempat. Fungsinya adalah untuk mempertahankan lapisan tanah yang tipis, yang digunakan untuk bercocok tanam, supaya tidak dibawa oleh air hujan larian ke dasar lembah.

Dry and steep-sloped valley of Mulo which occupied by seasonal river (watering only during the rainy season) is a blind-valley that ends in the cave system. Advanced-karstification in this transition area between Wonosari Plato and Gunung Sewu produced caves and collapsed dolines that genetically were influenced by geological structures (rock fractures, faults). The endokarst landscapes is very beautiful; some lakes inhabited by fish such as catfish. Rock-terraserring along the valley is a form of local wisdom owned by the local community. Its function is to maintain a thin layer of soil, which is used for farming, so surface run-off water does not take it to the bottom of the valley.

Lembah-kering Mulo yang berair hanya pada musim hujan / Mulo dry-valley that watery only in the rainy season
Mulut Gua Ngingrong yang menjadi tempat masuknya sungai permukaan musiman /
Entrance of Ngingrong Cave that becomes the entering of seasonal surface river
Kolam berair jernih di dalam Gua Ngingrong / Clear water pool inside Ngingrong Cave

Lembah-buntu Mulo juga dapat dilihat dari ketinggian melalui “flying fox.”
Dengan wahana itu, pengunjung dapat meluncur dengan aman dari sisi
pinggiran lembah ke sisi lainnya yang berjarak sekitar 80 m, pada ketinggian 40 m dari dasar lembah.

Blind-valley of Mulo can also be seen from a height through “flying fox.” With the vehicle, visitors can glide safely from the edge of valley to the other side at a distance of about 80 m, and altitude of 40 m from valley floor

Situs warisan geologi ini terhubung dengan Taman Batu Ngingrong yang merupakan sarana pendidikan dan salah satu daya tarik geowisata di kawasan Geopark Global UNESCO Gunung Sewu.
This geological heritage site is connected to the Ngingrong Rocks Park which is a means of education and one of the geotourism attractions in the Gunung Sewu UNESCO Global Geopark area.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *