Lompat ke konten

GEOSITE LUWENG COKRO

  • oleh
Situs Warisan Geologi

GEJALA KARS BAWAH PERMUKAAN LUWENG COKRO

Luweng (gua tegak) Cokro adalah salah satu fenomena kars bawah-permukaan di antara ratusan gua yang terdapat di kawasan Kars Gunung Sewu. Pintu masuknya berupa lubang sempit, yang dapat dituruni dengan tali. Gua yang berkembang pada batugamping Formasi Wonosari ini terbentuk setelah batugamping terangkat dari dasar laut sekitar 1,8 juta tahun lalu. Selama ribuan hingga ratusan ribu tahun, pelarutan pada batugamping yang berumur 15-2 juta tahun menghasilkan lorong gua kering tunggal. Di dalam gua dijumpai aneka jenis dan ukuran hiasan gua yang sebagian masih aktif terbentuk seperti stalaktit, stalakmit, flowstone, kolom, dan gurdam-mikro yang melapisi permukaan speleotem.

Salah satu hiasan gua di atap Luweng Cokro / One of cave decorations inside the Cokro Cave
Ornamen yang masih aktif terbentuk di Luweng Cokro / Ornaments that still active formed in Cokro Cave
Lubang masuk Luweng Cokro yang dipengaruhi oleh struktur geologi /
Entrance of Cokro Cave that influenced by geological structures

Vertical cave of Cokro is one of endokarst phenomenon amongs hundreds ones in Gunung Sewu karstic area. The entrance is a narrow hole. Rope is used to get down to the cave. Caves which developed in Wonosari Limestone was formed when limestone uplifted from the sea-floor around 1.8 million years ago. Over thousands to hundreds of thousands years, dissolution of limestone of 15-2 million year old formed a dry single cave. Inside the cave there is various kinds and sizes of cave decoration which are partially active formed such as stalactites, stalagmites, flowstones, columns, and micro-gourdam that coated the speleotem surfaces.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *