Lompat ke konten

GEOSITE PANTAI BARON-KUKUP-KRAKAL

  • oleh
Situs Warisan Geologi

Pantai Baron-Kukup-Krakal

Deretan pantai berpasir putih sepanjang belasan kilometer dengan panoramanya yang indah ini dibatasi oleh bukit-bukit batu gamping yang mencirikan Karst Gunung Sewu. Fenomena pensesaran dapat diamati di Pantai Baron dan Sepanjang. Di Baron terdapat mata air besar, titik keluaran sungai bawah tanah yang berasal dari deretan luweng selatan Semanu.Celah batuan di dekatnya disakralkan oleh penduduk setempat , dan dijadikan sebagai tempat untuk bertapa.

Rows of white sandy beaches along tens of kilometers with beautiful panoramas are bounded by limestone hills that characterize the Gunung Sewu karst. Faulting phenomena can be observed at Baron and Sepanjang Beaches. In Baron there is a large spring, the output point of an underground river originating from the Luweng line south of Semanu. The rock gap nearby is sacred to the local population, and is used as a place for meditation.

Sea-stacks di Kukup dimanfaatkan menjadi gardu pandang , yaitu dihubungkan dengan daratan melalui jembatan. Di Pantai ini terdapat pembibitan cemara dan pandan laut. Pantai Sepanjang dan Drini ,antara Baron dan Kukup juga memiliki panorama indah yang diciptakan oleh perpaduan antara suasana pantai dan perbukitan batugamping.

The sea-stacks at Kukup are used as viewing posts, which are connected to the mainland by a bridge. On this beach there are cypress and sea pandan nurseries. Sepanjang and Drini beaches, between Baron and Kukup also have a beautiful panorama created by a combination of the beach and limestone hills.

Singkapan endapan-gasik di Krakal terkekarkan dengan pola yang sedikit berbeda dengan kekar yang memotong batu gamping di sekitarnya. Setempat, endapan-gasik yang terbentuk ratusan tahun lalu mengandung bongkahan koral berukuran besar. Koral ini ditafsirkan dibawa oleh gelombang besar dari tempat asalnya, beberapa ratus meter di lepas pantai.

The gasic-sediment outcrops at Krakal are fractured in a slightly different pattern from joints that cut into the surrounding limestone. Locally, gasik deposits formed hundreds of years ago contain large chunks of coral. The coral is interpreted to have been carried by large waves from where it originated, several hundred meters offshore.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *