Situs Warisan Geologi
Air Terjun Srigetuk dan Gua Arkeologi Ngerancang Kencono
Sungai yang berasal dari ketinggian pematang batugamping memotong tebing batuan membentuk air terjun, sebelum akhirnya bermuara di Sungai Oyo. Tebing batuan adalah bidang sesar yang arahnya sejajar dengan sungai utama. Lembah terjal yang dibentuk oleh Sungai Oyo membentuk gorge. Air terjun ini terbentuk pada batugamping berlapis laut dangkal bersisipan napal dari Formasi Oyo yang berumur 15-2 juta tahun, yang tersingkap di daerah Plato Wonosari.
River from the heights of limestone ridge cuts a cliff rocks and forms a waterfall, before finally reaches Oyo River. The cliff is a fault scarp parallely oriented to the main river. Steep valley of Oyo River forms a gorge. The waterfall developed in shallow marine bedded limestones intercalated with marls of 15-2 million years old Oyo Formation and exposed in Wonosari Plateau.



Gejala karstifikasi-lanjut pada batugamping menghasilkan gua kering yang mempunyai ruangan besar dan lorong pendek yang dihiasi stalaktit, stalamit, dan flowstone. Pada lapisan sedimen di dasar gua ditemukan kepingan artefak dan tulang-tulang vertebrata. Gua Ngrancang Kencono dimungkinkan pernah didiami oleh manusia prasejarah. Di mulut gua tumbuh pohon besar yang merupakan salah satu jenis tumbuhan endemi.
Advanced karstification on limestones produces a large room and short passage decorated with stalactites, stalagmites, and flowstones. In sedimentary layers at the bottom of cave are found fragments of artifacts and vertebrate bones. Ngrancang Kencono Cave is probably once inhabited by prehistoric humans. In cave entrance there is a large tree which is one of the endemic plants.