Lompat ke konten

GEOSITE LUWENG JOMBLANG

  • oleh
Situs Warisan Geologi

Luweng Jomblang

Lubang runtuh  yang mempunyai kedalaman sekitar 40 m dan garis tengah 50 m ini terbentuk setelah batugamping Formasi Wonosari terangkat dari dasar laut sekitar 1.8 juta tahun lalu. Larutan yang membentuk lubang tegak Jomblang berlangsung selama ratusan ribu tahun. Dasar luweng ditempati oleh sungai bawah tanah yang bersifat musiman. Kajian palinologi pada sedimen gua di dasar luweng menunjukkan bahwa jati dan bambu merupakan tumbuhan endemik di daerah ini.

The collapse hole which has a depth of about 40 m and a diameter of 50 m was formed after the limestone of the Wonosari Formation was uplifted from the seabed about 1.8 million years ago. The solution that formed the Jomblang vertical hole lasted for hundreds of thousands of years. The base of Luweng is occupied by a seasonal underground river. Palynological studies of cave sediments at the bottom of Luweng show that teak and bamboo are endemic to this area.

Sebuah lorong mendatar menghubungkan Luweng Jomblang dengan Luweng Grubug di sebelah baratnya. Sinar matahari yang menembus dasar Luweng Grubug melalui lubang di permukaan menciptakan pemandangan yang sangat mempesona. Situs geologi ini telah dikembangkan menjadi objek dan daya tarik wisata sejak tahun 2009.

A horizontal passageway connects Luweng Jomblang and Luweng Grubug to the west. The sunlight that penetrates the bottom of Luweng Grubug through holes in the surface creates a very enchanting sight. This geological site has been developed into a tourist object and attraction since 2009.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *