Situs Warisan Geologi
Kegunungapian Purba Nglanggeran
Gunung api yang pernah aktif sekitar 20 juta tahun yang lalu atau akhir Miosen Awal di daerah Gunungkidul bagian utara menghasilkan runtuan tebal batuan gunungapi seperti breksi gunungapi, aglomerat, dan lava bersusunan andesit basal. Batuan selanjutnya terkekarkan, tersesarkan, dan terkikis sebelum akhirnya membentuk morfologi pebukitan terbongkahkan. Situs warisan geologi ini menjadi lokasi tipe Formasi Nglanggeran, yaitu salah satu satuan litostratigrafi penyusun daerah Pegunungan Selatan Jawa Timur.
Volcanoes ever active about 20 million years ago (late Early Miocene) in northern part of Gunungkidul area produced a thick sequence of volcanic breccias, agglomerates, and andesitic-basaltic lavas. The rocks then were jointed, faulted, and eroded before finally formed a blocky-hills morphology. The geoheritage site is a type location of Nglanggeran Formation, one of lithostratigraphy unit composed area of the Southern Mountain of East Java.



Di daerah tinggian bukit dibangun embung kecil untuk mengairi tanaman agroindustri seperti durian “kencono rukmi”, kelengkeng, manggis dan sebagainya. Untuk keperluan penelitian, dibangun Taman Teknologi Pertanian. Desa Pitu di lokasi ini memiliki keunikan tersendiri, karena sejak dulu hingga sekarang, secara turun termurun desa itu hanya dihuni oleh tujuh keluarga.
An artificial pond was built on top of hill, to irrigate agro-industries plants such as durian “kencono rukmi,” longan, mangosteen, and so on. For research utility, an Agricultural Technology Park was built. Pitu village located in this site is quite unique, for it keeps the number of habitant families always seven (Pitu – javanese language – means “seven”)