Lompat ke konten

PELATIHAN DIGITALISASI PEMASARAN : BRANDING, PEMASARAN DAN PENJUALAN PADA DESA WISATA, HOMESTAY/PONDOK WISATA, KULINER, SOUVENIR, FOTOGRAFI

  • oleh

Perkembangan tekhnologi informasi di masa pandemic ini berkembang dengan pesat. Kebutuhan akan aktivitas menggunakan teknologi informasi pun semakin tinggi. Aktivitas rapat, pameran, bahkan event atau pertunjukan saat ini menggunakan konsep virtual/daring dengan berbagai platform. Kondisi pandemi sangat berdampak pada sektor pariwisata di level nasional dan daerah termasuk Gunungkidul. Kebijakan PPKM Darurat bedampak pada ditutupnya destinasi wisata dan matinya aktivitas wisata di Gunungkidul. Walaupun demikian, pemerintah berharap pelaku usaha dan pengelola destinasi wisata harus mulai bersiap untuk ujicoba pembukaan destinasi/desa wisata seiring dengan penurunan kasus Covid 19 dan penurunan level PPKM. Hal yang wajib dipersiapkan adalah sertifikasi CHSE (Clean, Healthy, Sefety and Environment) serta akses aplikasi Peduli Lindungi.

Sejalan dengan persiapan tersebut, upaya promosi dan pemasaran juga harus dilakukan. Di saat ini promosi dan pemasaran serta branding harus dioptimalkan secara digital. Pemasaran dan Branding digital ini memerlukan skill, strategi dan perencanaan yang baik dan matang supaya promosi dapat berjalan efektif dan efisien.

Berdasar latar belakang tersebut, Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul mengadakan kegiatan Pelatihan Digitalisasi Pemasaran : Branding, Pemasaran Dan Penjualan Pada Desa Wisata, Homestay/Pondok Wisata, Kuliner, Souvenir, Fotografi. Pelatihan ini bersumber pada anggaran Dana Alokasi Khusus Non Fisik (DAK-NF) Pelayanan Kepariwisataan Kemenparekraf RI.

Emi Nur Aini, Kabid Pemasaran dan Bina Usaha Dispar GK mengatakan tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan kompetensi pengelola destinasi/desa wisata dan daya tarik wisata agar dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pemasaran pariwisata. Pelatihan diikuti oleh 40 (empat puluh) peserta yang berasal dari pengelola desa wisata dan Badan Promosi Pariwisata Daerah. Desa wisata dipilih sebagai sasaran pelatihan karena didalam desa wisata terdapat potensi destinasi wisata serta berbagai jenis usaha jasa pariwisata seperi homestay, kuliner, souvenir dan fotografi. Lebih lanjut Emi menjelaskan bahwa setelah pelatihan ini peserta dapat mengetahui dan memahami pengetahuan dasar kepariwisataan serta pemasaran digital, tahapan pengembangan pemasaran digital, pentingnya fotografi dan bahasa yang efektif dalam pemasaran digital serta dapat membuat konten promosi yang menarik

Pelatihan dilaksanakan di Hotel Pesonna Tugu Yogyakarta selama tiga hari tanggal 12 – 14 Oktober 2021. Narasumber pelatihan dari unsur Dinas Pariwisata, unsure akademisi, unsure praktisi media social/konten creator dan fotografer.

Purnomo Sumardamto Kasi Promosi dan Informasi sebagai pelaksana kegiatan menjelaskan materi yang diberikan kepada peserta adalah Kebijakan dan Program Pembangunan Kepariwisataan Daerah untuk Pemasaran Pariwisata Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi; Pemasaran Digital dalam Memajukan Pariwisata Berdaya Saing; Tahapan Pengembangan Pemasaran Digital; Fotografi untuk Promosi Digital; Bahasa Promosi yang Efektif dalam Promosi Digital; Evaluasi terhadap Praktik Pemasaran Digital yang Telah Dilakukan oleh Peserta Pelatihan dan Praktik/Latihan Pemasaran Digital dalam Pariwisata.

Damto berharap pelatihan ini akan memperkuat Program Si Dewi Sintal (Sinergi Desa Wisata Promosi Melalui Media Digital) yang beberapa waktu yang lalu dilaksanakan di desa wisata, yaitu desa wisata dapat melakukan promosi melalui media digital secara mandiri, mampu memproduksi konten konten yang kreatif dan menarik. Dan yang lebin penting lagi, konten konten tersebut mampu menarik dan meningkatkan kunjungan wisata di desa wisata dan di destinasi wisata Kabupaten Gunungkidul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *