Lompat ke konten

SOSIALISASI PENGELOLAAN PARIWISATA MASA PANDEMI

  • oleh

Pandemi masih belum berakhir hingga saat ini, Indonesia maupun negara lain dibelahan bumi ini tidak luput terdampak penyebaran virus covid-19. Segala upaya pencegahan, pemutusan mata rantai penyebaran virus terus dilakukan. Dampak dari penyebaran virus covid -19 menyerang semua sektor, salah satunya adalah sektor pariwisata. Daerah dengan sektor pariwisata sebagai andalannya, paling merasakan dampak dari pandemi. Karena sebagian besar masyarakat bergantung kepada berjalannya roda sektor pariwisata. Kabupaten Gunungkidul dengan deretan destinasi pantai yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah, sempat dipaksa untuk berhenti beroperasi sementara. Tentu kebijakan ini sangat dirasakan oleh masyarakat lokal yang menggantungkan hidupnya pada industri pariwisata. Masyarakat lokal yang mempunyai usaha penginapan, rumah makan, pedagang, pemandu wisata dan bidang pariwisata yang lain harus mengalami masa berhentinya pendapatan untuk sementara. Setelah didahului dengan tahap sosialisasi , simulasi dan ujicoba , semua destinasi wisata di Gunungkidul sudah dibuka dengan masa ujicoba terbatas. Wisatawan yang akan masuk destinasi wisata terlebih dahulu menjalani proses screening.

Harapan berhentinya pandemi covid-19 masih menjadi impian semua orang dimuka bumi ini. Untuk mempersiapkan kesiapan masyarakat khususnya sektor pariwisata pasca pandemi covid 19, Pemerintah Gunungkidul melalui Dinas Pariwisata melaksanakan kegiatan Sosialisasi Kepariwisataan. Sosilisasi dilaksanakan pada Senin, 22 Februari 2020 di Balai Budaya Giring Paliyan Gunungkidul . Acara dibuka oleh Kepala Seksi Kelembagaan Sudjarwono, SH , diisi oleh 3 Narasumber yaitu Ketua BUMDES dan Desa Wisata Bejiharjo Saryanto, Ketua Forum Komunikasi Pariwisata Edo Sunardiyono dan Ketua Pokdarwis Giring Sunardi. Saryanto menyampaikan mengenai pengertian pokdarwis dan desa wisata, serta langkah – langkah pengembangan pariwisata. Menurut Saryanto ada langkah – langkah yang perlu diperhatikan seperti penguatan kelembagaan, manajemen, pengaturan tata kelola yang benar, menentukan branding, penyusunan Standard Operasional Prosedur ( SOP) , serta berinovasi merupakan peran yang besar untuk perkembangan pariwisata di Gunungkidul.

Ketua Forum Komunikasi Pariwisata Edo Sunardiyono juga mengingkatkan kepada peserta sosialisasi bahwa Yogyakarta secara umum merupakan barometer parwisata. Untuk itu pengelola pariwisata di Jogja khususnya di Gunungkidul harus mengambil peluang ini dengan mengelola dengan baik potensi wisata yang dimiliki. Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini peserta dapat mengambil ilmu tentang bagaimana penanganan pengelolaan kawasan wisata pasca pandemi serta tepat menangkap peluang dalam pengembangan kawasan wisata yang mereka kelola.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *