Masa pandemi yang tak kunjung berakhir mengharuskan setiap orang selalu menerapkan protokol kesehatan dimanapun , kapanpun dan selalu diimbau untuk stay at home ( dirumah saja )jika tidak ada kepentingan yang benar – benar mendesak. Kondisi ini sudah terjadi beberapa bulan belakangan dan sampai pada masa merasa bosan dirumah. Libur hari raya yang diperpendek sebagai strategi pengurangan penularan virus covid-19 memaksa orang untuk dirumah saja tanpa beraktifitas diluar maupun berwisata.
Seiring dengan ditetapkannya era new normal ( kebiasaan baru ) pada Juli 2020, imbauan untuk tetap dirumah mulai melonggar. Masyarakat sudah mulai boleh melakukan aktifitas diluar maupun berwisata dengan penerapan protokol kesehatan. Hari raya maulid nabi Muhammad SAW yang jatuh pada Kamis, 29 Oktober 2020 ditetapkan pemerintah sebagai cuti bersama pada tanggal sebelum dan sesudahnya benar – benar menjadi saat yang dinantikan. Libur panjang ( long weekend ) pada libur maulid nabi dan cuti bersama ini dimanfaatkan oleh banyak orang untuk melakukan perjalanan wisata.
Banyak destinasi wisata yang mulai ramai dikunjungi wisatawan begitu juga dengan deretan destinasi wisata pantai di Gunungkidul. Mulai dari hari Kamis sampai dengan Minggu jalan – jalan menuju obyek wisata di Gunungkidul ramai oleh kedatangan wisatawan baik lokal maupun luar daerah. Lonjakan wisatawan yang berkunjung sudah diprediksi oleh Dinas Pariwisata Gunungkidul, untuk itu staff yang bertugas dikantor pun diturunkan untuk membantu ketugasan di Lapangan. Setelah dipaksa untuk tidak berwisata selama berbulan – bulan, pada libur panjang kali ini seolah menjadi angin segar bagi orang untuk menghabiskan waktu libur mereka dengan berwisata. Imbauan penerapan protokol kesehatan terus dilakukan oleh petugas ketika tamu memasuki loket pos retribusi. Wisatawan yang kedapatan tidak menggunakan masker akan diberikan masker gratis untuk digunakan.
