Satu persatu pengelola obyek wisata di Gunungkidul mulai melakukan ujicoba pembukaan destinasi. Dinas Pariwisata sebagai OPD ( Organisasi Perangkat Daerah ) yang bertugas “Melaksanakan Urusan Pemerintahan Dan Tugas Pembantuan Di Bidang Kepariwisata” terus mensosialisasikan tahap – tahap penerapan protokol kesehatan bagi kawasan yang ingin membuka kembali obyek wisata nya . Selasa, 22 September 2020 bertempat di pendodo kawasan Gunung Gentong Gedangsari dilaksanakan kegiatan sosialisasi penerapan protokol kesehatan yang diikuti oleh beberapa pengelola obyek wisata seperti Oase Kemuning, Kampung Emas, Gunung Ireng , dan Gunung Gentong. Hal – hal yang harus dipersiapkan sebelum pembukaan kawasan disampaikan oleh Kepala Bidang Pemasaran dan Bina Usaha Yuni Hartini, SP, M.Si dan didampingi oleh Kasi Promosi dan Informasi Purnomo Sumardamto, S.Hut, MA, M.Eng .
Dalam pertemuan ini Yuni Hartini menyampaikan sebelum kawasan obyek wisata dibuka harus dipersiapkan berbagai fasilitas protokol kesehatan seperti Thermogun ( alat pengukur suhu tubuh ), kran air tempat cuci tangan beserta sabun, papan imbauan penerapan protokol kesehatan ( menggunakan masker, cuci tangan, jaga jarak) serta langkah – langkah seperti apa yang akan dilakukan untuk mengurangi kerumunan ketika berwisata sesuai dengan SOP ( Standar Operasional Prosedur ). Detail alur penerapan protokol kesehatan mulai dari tempat parkir sampai pengunjung pulang disampaikan oleh Purnomo Sumardamto. Seperti halnya obyek wisata Gunung Gentong , tentu kegiatan wisatanya berupa pendakian menuju puncak untuk menikmati view dan momen sunrise maupun sunset. Untuk itu perlu dipikirkan bagaimana nantinya tidak terjadi papasan saat pengunjung yang akan naik dengan pengunjung yang akan turun.
Ketika pengelola obyek wisata sudah mempersiapkan segala fasilitas penerapan protokol kesehatan kemudian dilanjutkan dengan simulasi alur penerapan protokol kesehatan. Fungsi diadakannya simulasi adalah untuk benar – benar memastikan suatu kawasan obyek dapat mengaplikasikan penerapan protokol kesehatan terhadap pengunjung maupun internal pengelola sendiri ketika nanti obyek tersebut dibuka. Hal lain yang harus disiapkan adalah kesiapan SDM ( Sumber Daya Manusia ) masyarakat sekitar untuk menerima kunjungan wisatawan serta pembagian kerja setiap orang harus jelas agar koordinasi lebih mudah dilakukan
