Gunungkidul terkenal dengan penghasil tanaman singkong dalam bahasa jawa “telo” dengan kualitas yang bagus. Rata – rata masyarakat Gunungkidul menanam singkong di ladang atau di kebun rumah mereka. Dengan banyaknya singkong yang dihasilkan dengan kualitas yang bagus, masyarakat mengolahnya menjadi hidangan dan camilan yang lezat. Salah satu camilan yang dihasilkan adalah Pathilo. Nama Pathilo diambil dari bahasa jawa yaitu pathi (sari) dan Telo (Singkong). Rasa gurih dan renyah pada pathilo menjadikan camilan ini cocok untuk teman minum teh atau pengganti krupuk sebagai pelengkap hidangan makan. Pathilo banyak digemari oleh masyarakat dan biasanya juga digunakan untuk oleh – oleh bagi pengunjung yang datang ke Gunungkidul.
Gunungkidul is famous for producing cassava plants in Javanese “telo” with good quality. The average community of Gunungkidul plant cassava in the fields or in their home gardens. With the abundance of cassava produced with good quality, the local people cultivate it into delicious dishes and snacks. One of the snacks produced is Pathilo. Pathilo name taken from the Java language that is “pathi (sari)” and “Telo (Cassava)”. The taste of crispy and crunchy on the pathilo makes this snack suitable for tea friends or substitute krupuk as a complement to the meal. Pathilo is much loved by community and is usually also used gift for visitors who come to Gunungkidul.

Ok sih enak kok