Menyambut Normal Baru di Dunia Pariwisata, Dinas Pariwisata bersama stakeholder terkait menyusun rancangan simulasi serta protokol kesehatan di Bidang Pariwisata. Dalam menyongsong normal baru perlu disiapkan sarana prasarana yang memadahi, SOP keselamatan dan kesehatan, serta kedisiplinan dan kehati-hatian semua pihak dalam mengelola pariwisata terutama selama masa pandemi.

Perlu ditekankan bahwa tahap simulasi bukan merupakan pembukaan destinasi wisata . Tahap simulasi merupakan upaya pengujian draft SOP yang sudah disiapkan. Dari tahap simulasi akan ditemui kelebihan dan kekurangan dari SOP yang telah dibuat. SOP keselamatan dan kesehatan tersebut kemudian disempurnakan untuk dilakukan Uji Coba TERBATAS (Batasan Jumlah Pengunjung dan Waktu Kunjungan).

Terkait pembukaan permanen destinasi pariwisata maupun kegiatan kepariwisataan belum dapat ditentukan tanggal pastinya. Hal ini sangat bergantung kepada situasi yang ada selama pandemi. Kehati-hatian, kedisplinan sangatlah penting untuk dilaksanakan.

Nantinya, ketika kegiatan kepariwisataan sudah dapat dilakukan pihak pengelola harus mengikuti beberapa prosedur, diantaranya yaitu:

  1. Mengajukan permohonan uji coba pelaksanaan kegiatan kepariwisataan;
  2. Pengelola mengisi form penilaian mandiri terkait check list protocol kesehatan yang harus dipenuhi.
  3. Tim Gugus Tugas serta Instansi terkait kemudian akan melakukan penilaian terhadap check list tersebut dan kemudiaan memberikan Grade/Penilaian.
  4. Grade Kartu Hijau (diperbolehkan menjalankan kegiatan pariwisata karena sudah memenuhi standar minimal protocol kesehatan)
  5. Grade Kartu Kuning (diperbolehkan menjalankan kegiatan pariwisata setelah melengkapi kekurangan).
  6. Grade Kartu Merah (tidak diizinkan menjalankan kegiatan pariwisata selama pandemi karena belum memenuhi standar keselamatan dan kesehatan).

Selain itu perlu dilakukan monitoring dan evaluasi apabila nantinya kegiatan kepariwisataan sudah dapat dibuka kembali.



22-06-2020 Dibaca 87 Kali