Upaya untuk mengembangkan destinasi wisata non pantai terus digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, khususnya Dinas Pariwisata. Salah satu upaya yang dilakukan ialah mendorong masing-masing desa untuk menggali potensi wisata baik alam, budaya, maupun buatan untuk dikembangkan. Selasa, 12 November 2019 bertempat di Ruang Rapat Geopark Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul dan menggandeng perangkat Kecamatan Tanjungsari beserta 5 Kepala Desa dan calon pokdarwis dari 5 goa yang akan dikembangkan mengadakan audiensi potensi wisata. Camat Tanjungsari menyampaikan paparan mengenai potensi 5 goa, yakni Goa Cabe, Goa Bentar, Goa Tritis, Goa Grengseng, dan Goa Pakubon beserta kendala dan strategi pengembangan ke depannya.

Tambahnya lagi, Sudah ada media yang meliput beberapa goa tersebut, diantaranya MetroTV, GTV, CNN Indonesia, infogunungkidul. Selain itu, sudah mengajukan kerjasama dengan Angkasa Pura dengan pemberian ruang foto/spanduk goa-goa tersebut di Bandara Adi Sujtipto dan YIA. Selama ini ada beberapa kunjungan dalam jumlah kecil, namun belum ditarik retribusi karena merasa belum legal. Arahan dari Kepala Dinas Pariwisata untuk memunculkan adanya cerita yang menarik dan kuat dari suatu destinasi. Di era milenial, yang dibutuhkan adalah promosi melalui cerita-cerita yang ada di obyek wisata tersebut, sekalipun itu cerita mistis, dapat menarik minat pengunjung serta diusahakan untuk dikemas dengan menarik. Selain itu, terkait kelembagaan (pokdarwis) segera di kukuhkan oleh Dinas Pariwisata setelah disahkan oleh Kepala Desa. Pengelolaan goa harus hati-hati, dan harus ada tim ahli geologi & goa yang memastikan goa tersebut layak kunjung.



13-11-2019 Dibaca 164 Kali