Dalam rangka menindaklanjuti terbitnya Keputusan Menteri ESDM RI Nomor : 2026 K/40/MEM/2018 tentang Penetapan Kawasan Cagar Alam Geologi DIY. Pemerintah DIY melaksanakan sosialisasi Keputusan Menteri dimaksud kepada OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Rabu, 25 September 2019. Pada kesempatan tersebut Pemerintah DIY menghadirkan narasumber dari Badan Geologi Kementerian ESDM RI. Disampaikan bahwa Cagar Alam Geologi adalah objek geologi yang terbentuk secara alami dan karena keunikannya memerlukan upaya perlindungan dan Kawasan Cagar Alam Geologi adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk melindungi Cagar Alam Geologi.

Ada 9 titik Kawasan Cagar Alam Geologi di DIY yaitu : 1). Batu gamping Eosen di Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman; 2). Lava bantal Berbah di Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman; 3). Endapan vulkanik purba Candi ijo di Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman ; 4). Goa kiskendo di Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulonprogo; 5). Bekas tambang mangan Kliripan di Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo; 6). Gunung api purba Nglanggran di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul; 7). Pantai Wediombo-Siung di Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul; 8). Situs bioturbasi Kali Ngalang di Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul; dan 9). Gumuk pasir parangtritis di Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul.

Selanjutnya Pemerintah Daerah berkewajiban atas Pelestarian Kawasan Warisan Geologi. Pelestarian Kawasan Warisan dilakukan dengan cara: a). Pelindungan; b). Pengembangan; dan c). Pemanfaatan.

 



26-09-2019 Dibaca 74 Kali