Borobudur merupakan salah satu dari 5 (lima) Destinasi Super Prioritas (DSP) yang saat ini tengah dikembangkan oleh Pemerintah RI dan harus didorong agar segera dapat meningkatkan pertumbuhan wisatawan mancanegara(Wisman).

Yogyakarta International Airport (YIA) akan menyediakan kapasitas yang cukup besar bagi penerbangan langsung internasional sekaligus menjadi akses masuk ke DSP Borobudur.YIA akan menggantikan bandara lama  yang sudah sangat padat,dimana pada tahun 2018 lalu mendatangkan sebanyak 138.600 wisman.

Sebagai akses internasional ke DSP Borobudur,YIA harus diproyeksikan agar segera menjadi pintu masuk bagi 1 juta wisman pertahunnya melalui rute-rute terbarunya. Sehingga perlu dirumuskan strategi marketing DSP Borobudur serta insentif bagi Airlines agar akses penerbangan internasional yang baru menuju YIA dapat tumbuh dengan cepat dan dirasakan kompetitif bagi wismannya.

Dan untuk meningkatkan jumlah wisman tersebut memerlukan daya dukung kapasitas 3 A ( Atraksi, Amenitas, Aksesibilitas), dukungan perijinan dan kebijakan lintas sektoral,strategi pemasaran DSP Borobudur di Pasar Wisman dan insentif bagi Airlines dan komitmen Airlines untuk membuka akses (rute ) internasional baru.

FGD yang diselenggarakan  di Yogyakarta International  Airport (YIA) ini bertujuan untuk sosialisasi rencana dan progres pengembangan Destinasi Super Prioritas(DSP) Borobudur dan sekitarnya (Joglosemar), memastikan kesiapan YIA dan intra-moda transportasinya, mengidentifikasi pasar origin yang potensial untuk dibukanya rute penerbangan internasional langsung ke YIA,serta upaya promosinya, menginventarisir bentuk dukungan bagi Airlines untuk membuka rute penerbangan internasional langsung ke YIA, baik dari sisi regulasi,operasioanal maupun komersialnya. Selain itu juga membangun komitmen Airlines untuk membuka rute baru untuk mendatangkan 1 juta wisman /tahun melalui YIA.

Peserta FGD dari Pemerintah Pusat diantaranya Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I dan II Kementerian Pariwisata, Staf Khusu Menteri Pariwisata Bidang Infrastruktur Pariwisata, Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Aksesibilitas Udara,Direktur Angkutan Udara, Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan, Dirjen Bina Marga kementerian PUPR, Dirjen Imigrasi,Kementerian Hukum dan HAM, Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan dan Kepala Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian. Dari Pemerintah Daerah adalah Gubernjur daerah Istimewa Yogyakarta, Gubernur Jawa Tengah,Wali Kota dan Bupati Se DIY, Bupati Purworejo, Bupati Magelang, Kepala Dinas Pariwisata DIY, Jawa Tengah  dan Kepala Dinas Pariwisata se DIY,  juga Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Purworejo dan Magelang.Selain itu juga Direktur Utama BUMN/Swasta, Airlines dan Asosiasi lainnya seperti ASITA DIY, ASITA Jawa Tengah, PHRI DIY dan Jawa Tengah, DPP Barindo, GIPI dan GenPI Yogyakarta.

Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arif Yahya yang membuka sekaligus menjadi pemateri FGD ini juga memaparkan tentang alokasi anggaran dari  pemerintah pusat untuk Destinasi sebanyak  Rp 2,1 triliun, Pemasaran Rp 70 Miliar dan SDM dan Kelembagaan Rp 15,1 Miliar.Mengakhiri Sambutannya, Arif Yahya optimis dengan dukungan berbagai pihak target 1 juta Wisman ke Borobudur bisa diwujudkan.



18-09-2019 Dibaca 49 Kali