Upacara adat suran Ki Noto Kusumo dilaksanakan tiap tahun, tiap  hari Senin antara tanggal 15 sampai dengan 18 Muharam dan untuk tahun ini dilaksanakan pada hari Senin  16 Muharam 1441 H atau 16 September 2019. Seremonial yang sederhana namun khidmat ini dihadiri sejumlah pejabat diantaranya Kepala Dinas Kebudayaan, Dinas Pariwisata, Kapolsek Karangmojo, Danramil Karangmojo, Sekretaris Camat Karangmojo, pemerintah Desa,lembaga pelestari budaya, tokoh masyarakat serta warga dusun Karangwetan 1 dan 2.

Berbeda  dengan tahun sebelumnya, upacara adat Suran yang dilaksanakan oleh 2 ( dua ) dusun di Gedangrejo ini, yaitu Karangwetan 1 dan Karangwetan 2 berlangsung sederhana. Jika tahun sebelumnya masyarakat menyuguhkan berbagai hiburan kesenian diantaranya Wayang Kulit dan Reog, juga kirab bregada. Namun tahun ini hanya dilaksanakan kenduri di Gedung Sri Manganti.

Upacara adat ini dilaksanakan sebagai peringatan terhadap Ki Noto Kusumo, seorang  tokoh trah Mataram yang pada waktu itu datang ke Karanngwetan untuk babad alas dan  mensyiarkan agama Islam. Kehadiran Ki Noto Kusumo pada waktu itu diterima dengan senang hati oleh warga masyarakat karena selain melakukan syiar Islam juga mengajarkan masyarakat untuk  bercocok tanam. Budaya,adat, agama, pertanian dan lain-lain adalah “piwucal” untuk masyarakat Karangwetan pada saat itu.

Ketua Lembaga Pelestari Budaya, Sembodo dalam sambutannya menyampaikan bahwa banyak potensi yang dimiliki warga masyarakat namun masih membutuhkan bimbingan dari pemerintah daerah,diantaranya kerajinan makanan tradisional dan kerajinan bambu yang masih membutuhkan pelatihan.

Sekretaris Camat Karangmojo  Suindartini  yang hadir mewakili Camat Karangmojo menyambut baik dan mangayubagyo terselenggaranya upacara adat ini sehingga selain bisa melestarikan adat juga akan membawa manfaat  bagi masyarakat dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.  “Semoga  ke depan Lembaga Pelestari Budaya  akan terus berkembang dan mampu mendukung visi misi Bupati Gunungkidul untuk mewujudkan Gunungkidul sebagai daerah tujuan wisata terkemuka dan berbudaya”,imbuhnya.

Kepala Dinas kebudayaan kabupaten Gunungkidul, Agus Kamtono mewakili Bupati Gunungkidul juga berharap agar tradisi ini akan terus dilakukan sebagai upaya untuk melestarikan adat dan tradisi yang ada di masyarakat. 



18-09-2019 Dibaca 36 Kali