Empat tahun sudah sejak Gunung Sewu menyandang predikat Global Geopark oleh UNESCO, dan pada tahun 2019 ini Tim dari UNESCO melakukan validasi atau penilaian ulang terkait pengelolaan Geopark Gunung Sewu. UNESCO mengirim 2 assesornya untuk melakukan pengamatan dan penilaian mengenai progress pengelolaan Gunung Sewu yang kemudian akan dilaporkan ke UNESCO. Dua assessor tersebut yaitu, Javier Lopez Coballero dari Spanyol dan Arthur Agostinho De Abreu dari Portugal.

Geopark sendiri merupakan konsep pemanfaatan bentang alam dan budaya warisan bumi yang mengedepankan tiga pilar utama. Pilar utama tersebut terdiri dari aspek edukasi, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat. Sementara wilayah Geopark Gunung Sewu mencakup Kab Gunungkidul DIY, Kab Wonogiri Jawa Tengah, dan Kab Pacitan Jawa Timur.

Dalam kunjungannya selama lima hari di Gunung Sewu, tim assessor mengaku takjub dengan keindahan alam, keberagamaan budaya, serta keberagaman geologi yang dimiliki Geopark Gunung Sewu. Tim assessor menyampaikan bahwa perkembangan Geopark Gunung Sewu sudah cukup signifkan, namun tetap memberikan beberapa rekomendasi untuk lebih memajukan Geopark Gunung Sewu. Pak Arthur dan Pak Javier menekankan pentingnya menjalin relasi dan kerja sama dengan anggota Global Geopark lain dari berbagai belahan dunia, serta perlunya penambahan logo di wilayah geosite Gunung Sewu sebagai bentuk kebanggan terhadap keanggotaan Geopark Gunung Sewu.

Pada akhirnya nanti UNESCO lah yang menentukan apakah Gunung Sewu mendapat kartu hijau atau kartu kuning dalam keanggotannya di UNESCO Global Geopark. Jika mendapat kartu hijau, maka Gunung Sewu dianggap sudah lulus penilaian. Sementara itu jika mendapat kartu kuning, maka UNESCO akan memberikan waktu sekitar dua tahun bagi Gunung Sewu untuk memperbaiki diri dan akan dinilai kembali.



31-07-2019 Dibaca 174 Kali