Pelaksanaan Diklatpim tingkat III angkatan I tahun 2019 Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dengan tema paparan tentang aktualisasi change management berbasis nilai di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memiliki beberapa rangkaian kegiatan. Diawali dengan penerimaan peserta diklatpim III oleh Wakil Bupati Gunungkidul Dr. H. Immawan Wahyudi, MA, kemudian peserta dibagi menjadi 6 kelompok  dan dilanjutkan dengan berkunjung ke OPD di Kabupaten Gunungkidul untuk melakukan diskusi bersama. Salah satu tujuan kunjungan adalah Dinas Pariwisata Gunungkidul dan dilaksanakan pada hari Selasa , 16 Juli 2019.  Peserta diskusi kelompok III yang berjumlah 6 peserta (2 dari BPK, 3 dari Bappenas, 1 dari KPU) dan 3 pendamping yang dipimpin oleh bapak Pulung Tri Anggoro.

Dalam kegiatan tersebut kelompok III disambut langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Asti Wijayangi, MA dan Kasubbagg Perencanaan, Supriyanta, S.Sos, MM. Dalam pertemuan tersebut diawali dengan penyampainan visi misi Bupati Gunungkidul dan sekilas tentang wisata di Gunungkidul, dilanjutkan pemaparan tentang desa wisata di Nglangeran oleh ketua pokdarwis Nglanggeran bapak Mursidi.

Konsep pengembangan pariwisata itu sendiri lebih menekankan di desa melalui aktivitas masyarakat sehingga menjadi daya tarik wisatawan dengan tetap mempertahankan kearifan lokalnya karena pola pengelolaan  desa wisata melibatkan banyak kalangan.

Dalam pertemuan tersebut terjadi diskusi yang menarik, diantaranya:

  1. Menerangkan konsep homestay yang berada di Nglanggeran, dimana para pemilik homestay menyediakan 2 atau 3 kamar dirumah mereka untuk para wisatawan menginap hanya dengan tarif Rp. 150.000,-/malam dengan satu tempat tidur dengan kamar mandi dalam yang sudah sesui standar ditambah sarapan dan makan malam oleh pemilik homestay. Sehingga peserta diklatpim antusias karna daya tarik tersebut justru sangat diminati oleh wisatawan mancanegara dan mereka juga berkeinginan menginap di homestay tersebut.
  2. Tata kelola tarif retibusi yang saat ini sebesar Rp. 15.000,-/orang, dibagi dengan sistem pembagian yang Rp. 2.000,- masuk Pemda melalui Dinas Pariwisata, Rp.500,- untuk asuransi, selanjutnya sisa Rp. 12.500,- masuk kas pokdarwis untuk pengelolaan jasa pelayanan di obyek tersebut.
  3. Peran serta aktif masyarakat di desa Nglanggeran menjadi modal utama dalam kemajuan desa wisata tersebut yang saat ini masih terus dikembangkan.
  4. Yang juga tidak kalah penting adalah cara pengelolaan sampah yang tepat dari hasil aktifitas wisata untuk menjaga kelestarian alam.
  5. Perlunya pemetaan wisatawan mancanegara terkait negara asal agar tepat dalam menentukan sasaran utama dalah hal pemasaran.
  6. Mencetak generasi penerus pengelolaan pariwisata yang handal dan berkompeten untuk keberlangsungan serta kemajuan Desa Wisata Nglanggeran.

 

 

 



18-07-2019 Dibaca 184 Kali