Puluhan tim peserta dari berbagai daerah memadati obyek wisata Klayar sejak pukul 07.00 pagi, hari Minggu 14 Juli 2019. Beberapa tim bahkan ada yang menginap di sekitar lokasi perlombaan. Ada yang menginap di rumah warga, ada juga yang mendirikan tenda di wisata Klayar. Setelah semua peserta berkumpul, tim yuri dari PODSI (Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia) Cabang Gunungkidul mengadakan technical meeting dilanjutkan dengan pengundian nomor urut perlombaan. Lomba dimulai pukul 09.30, dan dibuka secara simbolis oleh Camat Nglipar.

Peserta terjauh berasal dari Kabupaten Flores, dan masuk ke babak semifinal. Babak penyisihan dilakukan dua kali tanding, dilanjutkan babak semifinal dua kali tanding, dan babak final satu kali tanding.Perlombaan semakin seru ketika ada peserta yang salah jalur atau ada yang tenggelam. Support para penonton untuk tim kebanggaan masing-masing terdengar sejak awal perlombaan dimulai. Turut hadir Bupati Gunungkidul, Ibu Hj. Badingah, S. Sos dan beberapa perwakilan OPD se-Gunungkidul menyaksikan babak semifinal hingga final.

Penentuan dari babak final berdasarkan best time atau waktu tercepat orang terakhir dalam perahu memasuki lajur finish. Kabupaten Bantul menguasai kejuaraan lomba perahu dayung kali ini. Dengan waktu tercepat 00.51.73, tim atas nama Sefi Angin yang notabene di dominasi oleh perempuan. Disusul tim Cacung asal Bantul, tim Black Dolphin asal Bantul, Juara harapan satu diraih oleh tim Kucing Garong asal Kulonprogo, lalu tim Badak Laut asal Kulonprogo, dan terakhir tim Duckman asal Bantul. Penyerahan hadiah dilakukan oleh Ibu Bupati Gunungkidul, dilanjutkan penutupan kegiatan Lomba Perahu Dayung di Wisata Klayar.



15-07-2019 Dibaca 213 Kali