Perkembangan pariwisata di Kabupaten Gunungkidul semakin hari semakin menjadi primadona bagi berbagai kalangan wisatawan. Hal tersebut yang melatarbelakangi bebeberapa mahasiswa UGM beserta dosen pembimbing untuk berkunjung ke Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul untuk melakukan audiensi terkait tentang perkembangan pariwisata, pengelolaan pariwisata, peran dinas pariwisata, pemberdayaan masyarakat dan potensi peluang berkembanganya sektor pariwisata yang lebih maju lagi.

Dalam kunjungan yang diselenggarakan hari selasa 25/06/2019 itu diterima oleh bapak Eli Martono S.IP., M.PP., M.Eng, selaku Kepala Bidang Industri Kelembagaan dan bapak Sujarwo S.H, selaku Kasi Kelembagaan Pariwisata dan bertempat diruang rapat exotic Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul dengan diawali dengan penyampaian visi dan misi bupati Gunungkidul yaitu “Gunungkidul sebagai daerah tujuan wisata termuka dan berbudaya menuju masyarakat yang maju, mandiri, berdaya saing dan sejahtera”. Hal inilah yang menjadikan pariwisata ujung tombak pembangunan Kabupaten Gunungkidul.

Terkait dengan visi dan misi tersebut ada produk hukum berupa regulasi dan perda tentang kebijakan pariwisata yaitu Ripparda yang meliputi kolaborasi antar 4 pilar pariwisata, yaitu :

  1. Pengembangan industri pariwisata (produk dan usaha pariwisata)
  2. Pengembangan destinasi pariwisata (dokumen pengembangan kawasan)
  3. Pengembangan pariwisata (pemanfaatan ti, media promosi, sertifikasi pelaku dan usaha)
  4. Pengembangan kelembagaan (pembentukan pokdarwis dan desa wisata)

Pertemuan tersebut diisi dengan diskusi mengenai perkembangan pariwisata di Kabupaten Gunungkidul yang awalnya hanya sebuah daerah yang gersang kering dan masyarakat masih bermata pencaharian agraris kemudian dalam perkembangannya pariwisata saat ini  mengubah citra Kabupaten Gunungkidul menjadi daerah tujuan utama berwisata karena memiliki destinasi yang banyak dan menarik. Mengembangkan pariwisata tidak mudah karena dulu hanya memiliki andalan wisata pantai. Dinas Pariwisata berupaya melakukan tren wisata dengan cara :

  1. Citra/branding
  2. Menawarkan keragaman daya tarik alam, budaya, dan minat khusus
  3. Pemenuhan pesona muatan lokal
  4. Wisata aktif
  5. Dapat dilakukan dan dinikmati semua kalangan.


27-06-2019 Dibaca 194 Kali