Festival Babad Dalan Giring tahun ini digelar di Balai Desa Giring pada tanggal 09 April 2019. Upacara Babat Dalan diselenggarakan satu tahun sekali di Desa Giring dan Desa Sada . Festival Babad Dalan Giring merupakan kegiatan rutin yang dilakukan untuk   mengingatkan kembali khususnya masyarakat Desa Giring dan sekitarnya kepada  ajaran Ki Ageng Giring yang terkandung dalam upacara. Ajaran tersebut mengajarkan untuk selalu  mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dan selalu  menjadi pribadi yang baik dalam kehidupan, sehingga warga desa akan diberi keselamatan dan kesejahteraan .

Acara tersebut turut dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Kebudayaan Povinsi Daerah Istimewa Yogyakarta,  Ibu Siti Isnaini Dekoningrum selaku Staff Ahli Bupati Bidang Sosisal Masyarakat dan Sumberdaya Manusia, Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul, Camat Paliyan, dan Muspika Kecamatan Paliyan .

Dalam sambutan Bupati yang disampaikan oleh Ibu Isnaini menegaskan bahwa masyarakat diharp untuk menjaga dan melestarikan adat dan budaya terlebih lagi di kalangan remaja agar adat dan budaya tidak punah oleh zaman.

Dalam Festival Babad Dalan Giring juga disajikan beberapa makanan tradisional yang  unik dan memiliki makna dan tujuan tertentu, antara lain:

- Nasi liwet, untuk menghormati yang menjaga kelestarian luar dan dalam rumah masing?masing,

- Jenang merah putih, untuk menghormati terjadinya kedua wahyu dari ayah dan ibu,

- Jenang merah, untuk menghormati penguasa Sangkala yaitu Baginda Ambyah,

- Jenang baro?baro, untuk peringatan wahyu yang lahir bersama penetapan namun lain tempat,

- Jenang moncowarno, untuk memperingati kiblat empat lima yang ditempati,

- Jenang piringan, untuk memperingati sahabatnya Nyai Roro Kidul,

- Tumpeng Among, untuk memperingati malaikat pamomong semua warga masyarakat dan hak pemilikan semua warga,

- Tumpeng Sampur, untuk melambangkan saat menerima wahyu agar bisa sempurna dan lestari,

- Nasi Ambeng, untuk peringatan para arwah leluhur yang telah mendahului menghadap Yang Maha Agung,

- Nasi Memule, untuk peringatan semua yang ada di muka bumi dan di bawah langit,

- Nasi Tumpeng Batok Bolu, untuk peringatan yang berkewajiban menjaga sebelah pintu kiri luar dan dalam,

- Apem Goreng, permohonan ampun bilamana banyak kesalahan para arwah leluhur agar semua sukma yang masih di pintu neraka segera diterima disisi Yang Maha Agung,

- Nasi Tumpeng Alus, permohonan agar semua permintaan dikabulkan,

- Pisang Ayu, untuk mangayu?ayuning bawono murih raharjaning praja dalam arti semua keberadaan di muka bumi dari Yang Maha Agung wajib dilestarikan,

- Brakalan (polo kependem, polo rambat), untuk mengingatkan bahwa masa hidupnya Ki Ageng Giring adalah petani yang menanam jenis tanaman tersebut dan tidak lupa makan jenis makanan tadi, yang menggambarkan cara hidup sederhana.

Acara Babad Dalan di akhiri dengan Gunungan yang berisikan hasil bumi yang dibawa  untuk kirab di perebutkan oleh masyarakat yang hadir, gunungan tersebut dipercayai masyarakat dapat memberikan berkah kepada yang  mengambilnya.

 



08-04-2019 Dibaca 413 Kali