Rangkaian kegiatan Pembinaan Usaha Ekonomi Kreatif yang dilaksanakan di Desa Bedoyo Kecamatan Ponjong pada tanggal 18 – 19 Maret 2019 merupakan kegiatan penyampaian materi dari narasumber kepada peserta. Melengkapi wawasan kegiatan pembinaan dilanjutkan dengan orientasi lapangan ke sentra produksi olahan singkong D9 di daerah Salatiga pada Rabu, 27 Maret 2019. Kunjungan diikuti oleh seluruh peserta usaha ekonomi kreatif dari Desa Bedoyo dan diterima oleh pemilik usaha singkong D9. Pemilik usaha singkong D9 Bapak Hardadi menyampaikan kiat usahanya dari mulai merintis hingga menjadi sukses seperti saat ini. Beliau menyampaikan sistem usaha nya merupakan sistem kekeluargaan, karyawan yang bekerja pun merupakan penduduk di daerah tempat tinggalnya dan tidak memprioritaskan latar belakang pendidikan tetapi lebih kepada orang yang mau bekerja, rajin, dan jujur. Beliau merintis usaha mulai dari membuka lapak kecil di alun – alun Salatiga, dengan prinsip untuk selalu menjaga kualitas  produksi dan pelayanan hingga akhirnya singkong kejunya mempunyai banyak peminat dan menjadi usaha yang besar seperti saat ini. Juga memberikan experience yang lebih baik kepada pelanggan singkong D9 juga membuka cafe sing D-9 dengan menu utama singkong berbagai varian rasa & variasi olahan. Dengan adanya cafe ini otomatis citra singkong meningkat. Kesukesan usaha nya pun juga memberi manfaat kepada penduduk disekitar tempat tinggalnya, dengan ilmu yang ditularkan akhirnya banyak banyak tetangga disekitar tempat tinggalnya juga memproduksi singkong keju.

Desa Bedoyo Kecamatan Ponjong yang selama ini terkenal dengan hasil produksi singkong mangglengnya, diharapkan dapat mengambil ilmu dan pengetahuan yang dibagikan oleh Bapak Hardadi. Agar para pelaku usaha dengan bahan dasar singkong dapat terus berinovasi dan mempertahankan kualitas produksinya sehingga usaha mereka pun akan terus berkembang dan maju. Kabupaten Gunungkidul selama ini dikenal dengan salah satu daerah penghasil singkong yang kemudian oleh masyarakat biasanya diolah menjadi gaplek, thiwul, gathot , pathilo, manggleng dll.  Inovasi produk perlu terus dilakukan agar tercipta kuliner baru yang bisa dinikmati oleh orang yang berkunjung ke Gunungkidul, dan tentunya agar tidak kalah dengan hasil produksi pabrikan.



28-03-2019 Dibaca 437 Kali