Masterplan adalah sebuah produk perencanaan jangka panjang yang nantinya digunakan untuk pengembangan suatu wilayah. Tak terkecuali dalam pembangunan pengembangan pariwisata terpadu dan berkelanjutan di Kabupaten Gunungkidul. Hal tersebutlah yang melatarbelakangi kunjungan Kementerian PU ke Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul pada hari Rabu tanggal 27 Maret 2019 yang ditugaskan untuk melihat obyek wisata yang ada di Kabupaten Gunungkidul guna merevisi dokumen di pusat yang sebelumnya telah dibuat.

Dalam pertemuan tersebut dihadiri oleh beberapa pihak yaitu Pejabat dari Kementerian PU, beberapa kepala OPD di Kabupaten Gunungkidul dan tentunya pejabat-pejabat dari Dinas Pariwisata itu sendiri yang terlibat dalam pembuatan masterplan. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul Ir. Asti Wijayanti, MA menyampaikan bahwa Gunungkidul saat ini memliki prioritas dalam pariwisatanya yang pertama adalah potensi dari wisata pantainya yang dimana memiliki panjang pantai 72 KM dengan 100 lebih pantai dan baru 60 titik pantai yang dikelola pemerintah daerah, yang kedua Gunungkidul bagian dari situs Gunungsewu yang telah diakui oleh UNESCO, terdapat 13 Geosite yang berada di kawasan Gunungkidul. Namun, Hal tersebut kurang diimbangi dengan pembangunan insfrastruktur jalan menuju arah obyek wisata. Hal tersebut dipertegas oleh Kepala Dinas PU Kabupaten Gunungkidul bapak Ir. Eddy Praptono, M.Si yang menyampaikan rute perjalanan wisatawan menuju arah pantai atau destinasi obyek wisata di Gunungkidul melalui berbagai pintu masuk koridor mengingat daya tarik Gunungkidul 85 % masih wisata pantai dan jumlah kunjungan wisatawan masih didominasi oleh wisatawan lokal yang kebanyakan pola masuknya dari arah Yogyakarta maka dibangunlah Jalan Jalur Lintas Selatan atau JJLS sehingga tidak melewati Kota.

Dari pertemuan tersebut Kabupaten Gunungkidul berharap ada perbaikan akses jalan menuju pantai dan  karena ada titik JJLS belum tersambung dari arah bantul minta bantuan untuk dipercepat karena dengan adanya pembangunan bandara internasional di Kulon Progo diharapkan wisatawan domestik dan mancanegara berkunjung ke Gunungkidul. Hal tersebut disambut baik oleh Kementerian PU yang juga mendapat pesan dari Gubernur DI. Yogyakarta Sri Sultan HB X yang menyatakan gerbang pariwisata akan kearah selatan sehingga apabila memerlukan data yang terkait dengan proses tersebut agar disiapkan dengan melihat dokumen DED atau Masterplan yang sudah atau belum terlaksana, titik-ttik pariwisata, infrastruktur yang sudah atau belum berjalan, destinasi yang rawan bencana dan peta jalur evakuasi di obyek wisata.



28-03-2019 Dibaca 639 Kali