Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Lamongan memiliki wisata alam atau pantai yang hampir sama yang membedakan adalah sistem pengelolaanya, karena di Lamongan yang menjadi Ikon wisata yaitu WBL yang semula merupakan Tanjung Kodok saat ini dikelola oleh Investor, sedangkan di Kabupaten Gunungkidul dari tahun ketahun mengalami perubahan yang drastis dengan berkembangnya wisata pantai yang luar biasa. Hal tersebut yang melatarbelakangai kunjungan kerja Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lamongan ke Dinas Pariwisata Kabupaten pada hari ini Jum’at tanggal 22 Maret 2019 untuk mengetahui tata cara pengelolaan pariwisata dan diskusi tentang desa wisata.

Kunjungan tersebut diterima oleh kepala bidang Industri kelembagaan bapak Eli Martono, S.IP., M.PP., M.Eng, Kepala Seksi Industri Pariwisata Ibu Nunuk Maryanti, S.IP, M.Si dan Kasubbag Umum bapak Wakijan, SE. Diawali dengan penyampaian visi dan misi bupati Gunungkidul terkait pariwisata Kabupaten Gunungkidul, rencana pengembangan pariwisata di Gunungkidul, dan potensi dan daya tarik wisata alam ataupun buatan yang ada di kawasan Gunungkidul serta peran Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul untuk pengembangan dan pembangunan destinasi wisata melalui rencana induk pengembangan pariwisata tahun 2014-2025.

Cara mempromosikan potensi destinasi wisata dilakukan Dinas Pariwisata dengan beberapa strategi, meliputi : pameran, travel dialog, fam tour, jaringan kerjasama pariwisata, mencetak booklet/leafet, pembangunan TIC. Untuk desa wisata sendiri yang awalnnya merupakan inisiatif masyarakat sendiri kemudian bersama-sama Dinas Pariwisata mengenali potensi desa tersebut kemudian mengembangkan desa wisata dan jalur wisata. Dari hasil diskusi kunjungan kerja tersebut dapat disimpulkan tentang beberapa hal, yaitu:

  1. Pantai-pantai di Kabupaten Gunungkidul dikelola bersama yaitu antara pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pariwisata, pihak Desa dengan surat keputusan bupati untuk melakukan pemungutan retribusi di kawasan pantai dan juga kelompok sadar wisata yang berada di obyek wisata.
  2. Tata cara pemungutan reribusi dilaksanakan 24 jam dengan pembagian pukul 08.00 wib- 16.00 wib dilakukan oleh aparatur Dinas pariwisata dan pukul 16.00 wib- 08.00 wib pihak desa yang mendapat surat keputusan bupati
  3. Pembanguan TIC di Patuk yang merupakan pintu masuk dari arah Yogyakarta yang keberadaannya diharapkan bisa menambah jumlah kunjungan wisata dan bahan ajar karena merupakan pusat geologi di kawasan gunungsewu.

 

 



25-03-2019 Dibaca 499 Kali